
GRAGEPOLITAN – Ancaman banjir pada musim pwnghujan seperti sekarang, selalu menghantui masyarakat Kota Cirebon. Terutama di titik-titik yang selama ini kerap terkena banjir akibat luapan air sungai.
Ruas Jl Cipto sudah lama menjadi salah satu jalan protokol yang selalu saja tergenang banjir jika hujan turu deras. Penyebabnya diduga karena saluran air atau sungai di ruas jalan utama ini kurang berpungsi optimal.
Pantauan di lapangan. Titik genangan air cukup tinggi di sepanjang Jl Cipto terdapat di beberapa lokasi. Mulai perempatan Gunungsari, depan SMA Negeri 2, pertigaan Jl Sutomo, dan depan SMKN 2. Memang di sisi sebelah kanan Jl Cipto ada saluran air atau sungai kecil, namun sepertinya tak berpungsi optima.
Meski memang beberapa waktu lalu, tampak ada pekerjaan proyek dalam upaya mengontrol saluran air tersebut. Tapi kebijakan Pemkot Cirebon tersebut, tidak sejalan dengan masih adanya pelanggaran bangunan di atas atau dekat sungai atau saluran air tersebut.
Temuan di lapangan, terungkap ternyata selama ini bangunan RM Sentosa di Jl Cipto tepat berada di atas berdiri menutup sungai di Jl Cipto. Bahkan ruangan live seafood di RM Sentosa, ternyata berada di atas aliran sungai.
Ironisnya, entah karena tidak tahu atau lainnya, kondisi RM Sentosa di atas aliran sungai sama sekali tak pernah ditindak. Padahal bangunannya dari belakang menyebrangi air sungai dan lokasi parkirnya berada di bibir jalan.
Kasatpol PP Kota Cirebon, Edi S tak menanggapi banyak atas keberadaan RM Sentosa di atas aliran sungai tersebut. Ia hanya menyebut jika persoalan itu, haeus ditanyakan ke BBWS.
“Itu BBWS karena daerah aliran sungai,” ucapnya singkat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari manajemen RM Sentosa terkait persoalan tersebut. Begitupu dari pihak BBWS Cimanuk Cisanggarung, belum bisa dikonfirmasi.
Sementara itu, sebelumnya Wali Kota Cirebon, Effendi Edo melakukan peninjauan langsung ke aliran Sungai Cikenis di Kelurahan Kalijaga, Rabu 24 Desember 2025. Kunjungan lapangan ini dilakukan guna merespons keluhan warga terkait musibah banjir yang kerap melanda wilayah tersebut setiap musim penghujan tiba.
Dalam peninjauan tersebut, Pemerintah Kota Cirebon menggandeng Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung, Dwi Agus Kuncoro. Kehadiran pihak BBWS bertujuan untuk memetakan secara teknis titik-titik rawan luapan sungai.
Wali Kota menyampaikan bahwa kondisi di Kelurahan Kalijaga sudah terpantau mengalami degradasi fungsi saluran yang cukup serius. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat melalui BBWS menjadi kunci utama dalam menyelesaikan persoalan drainase makro di Kota Cirebon.
”Wilayah Kalijaga ini sudah terdeteksi setiap tahunnya selalu terdampak banjir. Saya bersepakat dengan Pak Kepala BBWS untuk bisa menuntaskan dan menyelesaikan persoalan ini secara komprehensif,” ujar Wali Kota.
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa proses kajian teknis sedang dimatangkan. Wali Kota menegaskan komitmen pemerintah bahwa pada tahun mendatang, intensitas banjir di wilayah bantaran Sungai Cikenis bisa teratasi melalui program normalisasi yang terencana.
“Kami berharap langkah ini menjadi titik balik bagi perbaikan kualitas hidup warga di wilayah bantaran sungai,” harapnya.***





Discussion about this post