
GRAGEPOLITAN-Selama ini, ruas Jl Tuparev menjadi pintu gerbang atau akses utama satu-satunya memasuki Kota Cirebon, terutama yang datang dari arah Bandung dan Jakarta. Tak ayal dalam perkembangannya jalur ini menjadi salah satu jalan yang tersibuk, baik lalu lintasnya maupun kegiatan bisnis di kanan-kirinya.
Bagi mereka yang dari luar kota, mungkin Jl Tuparev ini tahunya sudah memasuki Kota Cirebon. Padahal faktanya hingga kini secara administrasi, Jl Tuparev masih menjadi bagian dari wilayah Kabupaten Cirebon.
Namun sangat ironi, meski Jl Tuparev ini begitu “seksi”, tapi kondisinya badan jalannya bisa dibilang kurang terurus. Selain selalu dibiarkan dalam keadaan “garinjul” alias tak pernah mulus, juga kerap tergenang banjir di sejumlah titiknya.
Seperti di depan Bisnis Trade Centre (BTC) dan di depan Hotel Patra Jasa. Setiap hujan turun, genangan banjir cukup dalam selalu terjadi di kedua titik ini. Bahkan di depan Hotel Patra Jasa, genangan air terjadi hingga bundaran Kedawung dan Jl By Pass, tepatnya di depan Hotel Octo.
Hingga kini, perhatian Pemkab Cirebon atas kondisi Jl Tuparev tersebut nyaris tak pernah ada solusi. Kecuali memang untuk trotoarnya, sempat beberapa tahun lalu mengalami perbaikan.
Sedangkan untuk genangan banjir, selalu saja terjadi hingga terkesan dibiarkan tanpa ada solusi. Pedahal banjir di dua titik tersebut selama ini jelas sangat mengganggu para pengguna jalan.
Sementara itu, geliat berbeda terkait infrastruktur jalan ini, bisa di lihat di Kota Cirebon. Salah satunya di sepanjang Jl Kartini hingga perempatan Gunungsari. Bahkan sampai perbatasan kota, depan kantor PDAM setempat, badan jalan dan trotoarnya tampak kini lebih terurus.
Begitupun drainase di sepanjang Jl Cipto, meski mungkin belum maksimal, tetapi barbarengan perbaikan trotoar, juga sempat terlihat galian optimalisas saluran drainase. Meski memang banjir masih terjadi terjadi di sejumlah titik Kota Cirebon.
Tapi saat di Jl Kartini dan Jl Cipto, para pengendara merasakan adanya perbaikan badan jalan yang lebih mulus. Tapi saat keluar gerbang perbatasan kota memasuki Jl Tuparev, pemandangan menjadi “sareukseuk” ditambah badan jalan yang “garinjul”.
Belum ada tanggapan resmi dari Pemkab Cirebon terkait hal ini. Begitupun dari Pemkot Cirebon perihal Jl Tuparev masih mungkinkah menjadi milik Kota Cirebon?.***





Discussion about this post