
GRAGEPOLITAN – Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi (Demul) atau akrab juga dipanggil KDM melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar, menunjuk 4 Sekolah di Wilayah Kantor Cabang Dinas (KCD) X Jabar menjadi sekolah Manusia Unggulan (MAUNG). Keempat sekolah tersebut, masing-masing SMAN 2 Cirebon, SMAN 1 Palimanan, SMAN 2 Kuningan dan SMKN 1 Mundu.
Dalam Program Sekolah MAUNG ini, setiap kota/kabupaten diwakili satu sekolah. Sehingga untuk SMAN 2 mewakili Kota Cirebon, SMAN 1 Palimanan Kab Cirebon, SMAN 2 Kuningan Kab Kuningan dan di tambah SMKN 1 Mundu.
Sekolah MAUNG ini, merupakan inisiasi Gubernur KDM) yang diluncurkan pada tahun ajaran 2026 sebagai sekolah vokasi unggulan di setiap kabupaten/kota. Program ini berfokus pada pembentukan karakter dan kompetensi siswa melalui 6 jurusan strategis.
Jurusan tersebut yaitu teknologi informasi (TI), otomotif, pertanian, olahraga, elektro, dan kelautan. Tujuan utama Sekolah MAUNG ini untuk mencetak SDM Unggul yang kompetitif di berbagai sektor industri.
Masih dalam Program Sekolah MAUNG, infrastrukturnya enggunakan program Unit Sekolah Baru (USB) bidang vokasi/SMK.
Rencananya ini diluncurkan tahun 2026 dan mulai beroperasi/operasional tahun 2027.
Salah satu sekolah MAUNG, Kepsek SMAN 2 Cirebon, DR. H Nendi, menyebutkan, sekolah MAUNG adalah transformasi dari sekolah Garuda yg berorientasi lebih fokus pada akademis, dimana akan dilakukan sistem penerimaan murid barunya lebih awal berdasar pada nilai akademik dan TKA dan dimungkinkan juga ada tes terstandar.
Disamping itu, sebagian ada jg yang akan diterima melalui jalur CIBI dengan batas IQ minimal 130, serta ada persentase dari prestasi non akademik yg tetap harus dibarengi dengan nilai raport minimal rerata 80.
“Bersama 3 sekolah lainnya di KCD X, SMAN 2 masuk menjadi Sekolah MAUNG. Sejalan dengan status tersebut, ada beberapa perubahan yang menjadi ketentuannya. Di antaranya, pelaksanaan PPDB atau PMB nanti, kemunfkinan digelar lebih dulu ketimbang sekolah lainnya,” terang Nendi, Kamis 23 April 2026.
Ia menyebutkan, namun bagaimana teknik PPDB saat ini pihaknya masih menunggu juklak juknisnya. Sekedar informasi awal, khusus untuk sekolah MAUNG ini, jumlah siswa yang diterima pada setiap rombel nya hanya 32 siswa.
“Sosialisasi Program Sekolah MAUNG ini akan dilakukan setelah Pak Gubernur menandatangani Pergub dan juknisnya,” pungkasnya.




Discussion about this post