
GRAGEPOLITAN – Kondisi fasilitas publik di wilayah Kecamatan Harjamukti kembali menuai kritik dari masyarakat. Pasalnya, jalur pedestrian atau trotoar yang berlokasi di Jalan Rajawali Raya No. 70, Kelurahan Larangan, Kota Cirebon, kini kondisinya sangat memprihatinkan karena rusak parah dan dibiarkan telantar tanpa perawatan.
Berdasarkan pantauan langsung di lokasi pada Senin (25/5/2026) sekitar pukul 17.30 WIB, trotoar yang seharusnya menjadi hak pejalan kaki justru sudah berubah fungsi. Area tersebut kini dipenuhi oleh semak belukar dan rumput liar yang tumbuh tinggi hingga menutup hampir seluruh badan jalan pedestrian.
Tak hanya terganggu oleh rimbunnya tanaman liar, pemandangan di lokasi juga kian kumuh dengan menumpuknya sampah plastik di sela-sela rumput. Di sisi lain, dinding seng pembatas bangunan di area tersebut juga tak luput dari aksi coretan vandalisme.
Menurut keluhan warga setempat yang sering melintas, kondisi terbengkalainya trotoar ini sudah berlangsung sejak lama. Warga merasa khawatir karena rusaknya fasilitas publik ini bisa mengancam keselamatan para pejalan kaki.
“Sudah lama sekali tidak ada pembersihan atau perbaikan dari dinas terkait, mas. Yang bahaya itu di tengah semak-semak ada lubang saluran air yang terbuka. Kalau malam kan gelap, takutnya ada yang jalan terus terperosok ke dalam lubang,” keluh salah seorang warga pengguna jalan, Senin sore.
Akibat akses trotoar yang tertutup semak dan tumpukan sampah, warga yang berjalan kaki terpaksa harus turun ke bahu jalan raya. Kondisi ini tentu sangat membahayakan keselamatan mereka, mengingat arus lalu lintas di Jalan Rajawali Raya tergolong sangat padat kendaraan terutama saat sore hari.
Masyarakat berharap Pemerintah Kota Cirebon melalui instansi terkait bisa segera turun tangan ke lapangan untuk melakukan pembersihan rumput liar, mengangkut tumpukan sampah, serta memperbaiki struktur trotoar yang rusak agar fungsi fasilitas publik ini bisa kembali normal dan aman bagi warga. (Haris/Gragepolitan)




Discussion about this post