
GRAGEPOLITAN – Yayasan Pendidikan dan Dakwah Islam Jagasatru (YPDIJ) sukses menggelar Pawai Muharram 1448 Hijriah pada Senin malam (15/6/2026). Kegiatan yang berlangsung meriah ini diikuti sebanyak 485 peserta yang berasal dari sembilan lembaga pendidikan di bawah naungan yayasan serta Remaja Masjid Pegajahan.
Mengusung tema “Introspeksi Diri, Mengoreksi Langkah, Menemukan Arah di Rumah Ilmu, Menuju Fitrah Jiwa”, pawai dimulai ba’da Isya dengan rute mengelilingi kawasan Jagasatru hingga Setupatok.
Berbeda dengan pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya, panitia menghadirkan berbagai inovasi dalam rangkaian acara.
Selain pawai obor tradisional, peserta juga disuguhkan penampilan hadroh komparatif di sepanjang barisan, atraksi bola api yang dibawakan para santri berpengalaman, serta orasi kebangsaan di titik kumpul utama yang bertujuan menumbuhkan semangat nasionalisme dan persatuan.
Ratusan peserta tersebut terbagi ke dalam 10 formasi barisan yang masing-masing mengusung subtema sesuai pesan moral dan nilai pendidikan yang ditanamkan yayasan.
Formasi tersebut terdiri dari Madrasah Diniyah PPJ, MA An Nur Setupatok Putra dan Putri, MAPAN, RA An Nur Setupatok, MTs An Nur, MI An Nur, PPJ Putri dan MD Banat, PPJ Putra dan PPJ Setu, serta Remaja Masjid Pegajahan.
Setiap kelompok menampilkan pesan-pesan edukatif, mulai dari pembentukan akhlakul karimah, semangat hijrah, keseimbangan teknologi dan akhlak, gerakan menjauhi kecanduan digital, hingga ajakan memperkuat ibadah dan mempererat ukhuwah Islamiyah.
Pengasuh Pondok Pesantren Jagasatru sekaligus Ketua Yayasan Pendidikan dan Dakwah Islam Jagasatru (YPDIJ), Habib Hasanain bin Muhammad Yahya, mengatakan , tahun ini kita rutin melaksanakan pawai 1 Muharram. Kegiatannya dimulai sebelum magrib. Menjelang magrib kita baca doa akhir tahun, kemudian salat magrib berjamaah, dilanjut dengan baca doa awal tahun. Kemudian pawai obor, pawai 1 Muharram, dan nanti ditutup dengan bola api
bahwa Pawai Muharram merupakan sarana pendidikan karakter sekaligus media dakwah untuk menanamkan nilai-nilai keislaman kepada generasi muda.
“Momentum Tahun Baru Islam harus menjadi ajang muhasabah atau introspeksi diri. Melalui kegiatan ini kami ingin mengajak para santri dan pelajar untuk memahami makna hijrah yang sesungguhnya, yaitu berpindah dari hal-hal yang kurang baik menuju kehidupan yang lebih baik, lebih disiplin, serta lebih dekat kepada Allah SWT,” ujarnya.
Menurut Habib Hasanain, tema yang diangkat tahun ini menjadi pengingat bagi seluruh peserta untuk mengevaluasi langkah kehidupan yang telah dijalani serta menentukan arah masa depan yang lebih positif.
“Kami berharap kegiatan ini mampu memperkuat akhlakul karimah, meningkatkan semangat belajar, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta menumbuhkan rasa cinta tanah air di kalangan generasi muda. Alhamdulillah, kegiatan berjalan lancar, aman, tertib, dan mendapat dukungan yang sangat baik dari masyarakat,” tambahnya.
Kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif berkat koordinasi yang baik antara panitia, pihak keamanan setempat, serta dukungan penuh masyarakat di sepanjang rute pawai.
Melalui kegiatan ini, YPDIJ berharap momentum Tahun Baru Islam 1448 Hijriah dapat menjadi sarana refleksi diri, memperkuat nilai-nilai keislaman, serta membentuk generasi muda yang berakhlak mulia, berilmu, dan cinta tanah air.
Reporter : Woelan




Discussion about this post