
GRAGEPOLITAN – Pemerintah Kota Cirebon terus berupaya menyiapkan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri. Salah satu inisiatifnya adalah dengan menggelar Pelatihan Vokasi Nasional Batch 4 pada Kamis, 27 Agustus 2026.
Kegiatan ini merupakan strategi Pemerintah Kota Cirebon untuk menjembatani antara kebutuhan dunia kerja dan kompetensi angkatan kerja lokal. Pelatihan ini tidak hanya bertujuan untuk menambah pengetahuan, tetapi juga untuk memberikan keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan, baik untuk bekerja di lapangan maupun memulai usaha sendiri.
Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, menegaskan bahwa dengan perkembangan kota yang ditandai oleh pertumbuhan sektor jasa, perdagangan, pariwisata, dan industri kreatif, diperlukan kesiapan sumber daya manusia yang memadai.
“Karena itu, Pemerintah Kota Cirebon ingin memastikan angkatan kerja lokal memiliki kesempatan untuk mengambil peran. Dunia kerja sekarang membutuhkan kemampuan yang spesifik dan praktis. Ijazah saja tidak cukup apabila tidak dibarengi kompetensi yang benar-benar dibutuhkan di lapangan,” ujarnya.
Pelatihan vokasi dianggap penting untuk mengurangi kesenjangan antara keterampilan masyarakat dan kebutuhan bisnis. Wali Kota menyatakan, pemerintah daerah harus menyediakan program yang tepat dan bermanfaat bagi peserta.
Di Batch 4, peserta mendapatkan pelatihan dalam pembuatan roti dan kue, operator sewing, barista, penata rambut junior, dan pengelasan. Bidang-bidang ini dipilih sesuai peluang kerja dan aktivitas ekonomi yang berkembang di Kota Cirebon.
“Kita memberikan keterampilan yang bisa langsung digunakan di lapangan. Namun saya berharap peserta tidak hanya belajar kemampuan teknis. Pelajari juga kedisiplinan, etos kerja, komunikasi, dan cara membangun sikap profesional. Keterampilan dapat membuka pintu untuk mendapatkan pekerjaan, tetapi karakter dan kemauan untuk terus belajar yang akan membantu saudara bertahan dan berkembang,” katanya.
Wali Kota juga mengapresiasi kerja sama antara Pemerintah Kota Cirebon, instruktur, dunia usaha, serta berbagai pihak yang terlibat dalam pelaksanaan pelatihan.
“Penyiapan tenaga kerja merupakan pekerjaan bersama yang membutuhkan kesinambungan antara pemerintah, lembaga pelatihan, dan dunia industri,” tuturnya.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Cirebon, Ma’ruf Nuryasa, menjelaskan sebanyak 80 peserta mengikuti Pelatihan Vokasi Nasional Batch 4 yang terbagi dalam lima kelas dengan bidang keterampilan yang berbeda.
“Untuk Batch 4 ini ada 80 peserta yang terbagi dalam lima kelas. Bidangnya antara lain pembuatan roti dan kue, operator sewing, peracikan minuman kopi atau barista, penata rambut junior atau barber, dan pengelasan,” kata Ma’ruf.
Ia menambahkan, pelaksanaan pelatihan vokasi sebelumnya juga telah memberikan hasil yang cukup baik. Hingga saat ini, Batch 2 dan Batch 3 telah diselesaikan atau masih dalam tahap penyelesaian dengan total 112 peserta.
Ma’ruf mengatakan, pihaknya tidak ingin program pelatihan berhenti setelah peserta menerima materi dan menyelesaikan pelatihan. Dinas Tenaga Kerja akan melakukan pemantauan dan evaluasi untuk melihat perkembangan peserta, termasuk peluang mereka memasuki dunia kerja maupun menjadi wirausaha.
“Dari pelatihan sebelumnya, ada peserta pelatihan servis handphone yang sudah bisa membuka kios sendiri. Ada juga peserta pelatihan peracikan minuman kopi yang langsung mendapatkan kesempatan magang. Ini yang ingin terus kami lihat, sehingga pelatihan benar-benar memberikan dampak setelah selesai,” tuturnya.
Selain melanjutkan program pelatihan yang telah berjalan, Dinas Tenaga Kerja Kota Cirebon juga tengah menyiapkan sejumlah program melalui kerja sama dengan berbagai pihak. Salah satunya pelatihan di bidang perhotelan yang disiapkan bersama Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI).
Menurut Ma’ruf, kebutuhan tenaga kerja di sektor perhotelan menjadi salah satu peluang yang perlu dipersiapkan sejak sekarang. Terlebih, saat ini terdapat sejumlah pembangunan hotel baru di Kota Cirebon yang diperkirakan membutuhkan tenaga kerja dengan keterampilan sesuai bidangnya.
“Kami juga sedang menginisiasi pelatihan perhotelan. Kemarin sudah berkomunikasi dengan PHRI karena di Kota Cirebon saat ini ada pembangunan lima hotel. Tentunya ini menjadi peluang sekaligus kebutuhan untuk menyiapkan tenaga kerja di bidang perhotelan,” ujarnya.
Dinas Tenaga Kerja juga menjajaki kerja sama dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Bandung untuk pelatihan metodologi bagi instruktur. Program tersebut diharapkan dapat menambah jumlah instruktur yang memiliki kompetensi sehingga pelaksanaan pelatihan di Kota Cirebon ke depan dapat semakin luas.
“Kami membuka berbagai peluang kolaborasi. Apa pun yang bisa dilakukan untuk memperbanyak kesempatan masyarakat mendapatkan pelatihan akan kami jajaki. Harapannya, semakin banyak masyarakat Kota Cirebon yang memiliki keterampilan dan memiliki pilihan, apakah masuk ke dunia kerja atau membangun usaha sendiri,” jelasnya.





Discussion about this post