
GRAGEPOLITAN || Kota Cirebon – Dalam perayaan ulang tahun ke-81 PT Kereta Api Indonesia (Persero), KAI Daop 3 Cirebon mengadakan lomba tarik lokomotif di Depo Lokomotif Cirebon pada hari Jumat (10/9) dengan cara yang tidak biasa. Acara ini bukan hanya tentang kekuatan fisik, tetapi juga sebagai ajang untuk menguji kekompakan, strategi, dan semangat pantang menyerah dari para peserta.
Depo Lokomotif Cirebon berubah menjadi lebih meriah dengan suasana yang hidup. Sebanyak 18 tim yang terdiri dari beragam elemen, termasuk pekerja KAI, perwakilan instansi pemerintah, komunitas pecinta kereta api, komunitas sejarah Cirebon, hingga media lokal turut berpartisipasi dalam lomba unik dan menantang ini.
Sigit Winarto, Kepala Daop 3 Cirebon, menjelaskan bahwa pemilihan lomba tarik lokomotif memiliki makna yang mendalam. Menurutnya, karena lokomotif berbobot sangat berat, mustahil untuk digerakkan hanya mengandalkan kekuatan individu. Diperlukan kekompakan dan koordinasi dari semua anggota tim untuk mencapai tujuan bersama.
“Tarik lokomotif ini bukan hanya soal siapa yang paling kuat. Justru yang paling penting adalah bagaimana seluruh anggota tim bisa bergerak bersama, saling menguatkan, dan tidak mudah menyerah. Nilai-nilai seperti inilah yang juga kami butuhkan dalam menjalankan tugas di KAI,” ujar Sigit.
Sigit menambahkan, semangat tersebut sejalan dengan tantangan yang dihadapi insan perkeretaapian dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Setiap bagian memiliki peran masing-masing dan harus bekerja secara selaras agar perjalanan kereta api dapat berlangsung aman, lancar, dan nyaman.
“Lokomotif seberat apa pun bisa ditarik ketika dilakukan bersama-sama. Begitu juga dalam pekerjaan, tantangan sebesar apa pun akan terasa lebih ringan ketika kita hadapi dengan kolaborasi, kekompakan, dan semangat pantang menyerah,” lanjutnya.
Dalam acara perlombaan tersebut, setiap tim yang terdiri dari 10 orang diberi tantangan untuk menarik lokomotif CC 201 seberat 90 ton sejauh 20 meter. Tim yang mencapai garis akhir dengan waktu tercepat dinyatakan sebagai pemenang.
Selain pekerja KAI, kegiatan ini juga dimeriahkan oleh peserta dari Dinas Perhubungan Kota Cirebon, komunitas pecinta kereta api, dan awak media dari wilayah Cirebon. Persaingan berlangsung sengit dengan dukungan dan sorakan meriah dari peserta dan penonton.
Walaupun acara dikemas secara meriah, aspek keselamatan tetap menjadi prioritas. Semua peserta diwajibkan mengenakan perlengkapan keselamatan seperti helm pelindung dan sarung tangan selama mengikuti perlombaan.
Setelah persaingan yang cukup ketat, Unit Sarana Daop 3 Cirebon berhasil meraih juara pertama. Posisi kedua ditempati oleh Dinas Perhubungan Kota Cirebon, sementara Unit Jalan, Rel, dan Jembatan Daop 3 Cirebon berhasil menempati posisi ketiga.
Sigit menyatakan bahwa kegiatan ini juga menjadi momen penting untuk mempererat hubungan antara KAI dengan berbagai pihak yang mendukung kemajuan perkeretaapian di wilayah Daop 3 Cirebon.
“Kami ingin perayaan HUT ke-81 KAI ini tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan. Dengan kolaborasi yang semakin kuat antara KAI, instansi, komunitas, dan seluruh stakeholder, kami optimistis dapat terus memberikan pelayanan perkeretaapian yang semakin baik bagi masyarakat,” tutup Sigit.




Discussion about this post