
GRAGEPOLITAN – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 3 Cirebon menggelar KAI Mini Fair di Stasiun Cirebon. Acara ini menghubungkan perusahaan, pelanggan, seniman, dan pegiat budaya lokal melalui kegiatan seperti Nglukis on Station, Pameran Seni Rupa, dan Sapa Pelanggan, menggabungkan pengalaman perjalanan kereta api dengan seni dan budaya Cirebon.
Hadir dalam kegiatan ini petinggi KAI Wisata, Kepala Daerah Operasi 3 Cirebon, dan jajaran manajemen KAI Daop 3 Cirebon. KAI Mini Fair bertujuan menciptakan suasana baru di stasiun untuk menjadikannya ruang publik interaktif.
Sapa Pelanggan menarik pelanggan saat jajaran KAI Daop 3 Cirebon menyambut mereka dan memberikan souvenir. Pelanggan juga diajak memberi testimoni tentang fasilitas dan layanan di Stasiun Cirebon.
Interaksi ini menjadi cara bagi KAI untuk mendengar pengalaman pelanggan dan mendapatkan umpan balik demi penyempurnaan layanan. Pengalaman pelanggan dianggap penting untuk meningkatkan kenyamanan perjalanan kereta api.
Nglukis on Station menjadikan Stasiun Cirebon ruang kreatif yang menggabungkan perjalanan dengan seni. Dibuka dengan simbolis melalui goresan kanvas pertama dan pahatan relief kriya.
Sebanyak 15 seniman sketsa turut serta, memberikan pengalaman visual unik untuk pelanggan sekaligus mendukung ekosistem seni lokal. Ada juga pameran seni rupa dari lukisan kaca dan kriya logam oleh seniman lokal.
KAI berkolaborasi dengan Dinas Kebudayaan Kota Cirebon mengadakan pameran Topeng Cirebon, memperkenalkan seni tradisional kepada masyarakat luas. Bersama Cirebon Culture Expo Mahasiswa PPG, mereka menampilkan maket Stasiun Cirebon dan peta wilayah.
Penampilan tari topeng dari Sanggar Seni Sekar Pandan menambah kental nuansa budaya Cirebon. Ini memperkenalkan seni pertunjukan tradisional kepada para pelanggan stasiun.
Acara ini menunjukkan bagaimana stasiun dapat menjadi pusat aktivitas positif. Seni dan budaya memperkaya pengalaman pelanggan dan memberikan ruang bagi seniman untuk memamerkan karya mereka.
Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, menegaskan bahwa KAI Mini Fair adalah komitmen KAI untuk mendekatkan diri dengan pelanggan dan mempromosikan seni budaya lokal di ruang publik.
“Melalui KAI Mini Fair ini, kami ingin menghadirkan pengalaman yang lebih dari sekadar perjalanan kereta api. Pelanggan dapat berinteraksi langsung dengan jajaran KAI, menyampaikan pengalaman dan masukannya, sekaligus menikmati karya seni dan pertunjukan budaya Cirebon di lingkungan stasiun,” ujar Muhibbuddin.
Menurutnya, keterlibatan seniman, komunitas, dan pemerintah daerah dalam kegiatan tersebut juga menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam menjaga keberadaan seni dan budaya lokal.
“Kami berharap kegiatan seperti Nglukis on Station, pameran seni rupa, serta pertunjukan budaya dapat menjadi ruang untuk memperkenalkan kekayaan Cirebon kepada masyarakat dari berbagai daerah yang datang dan berangkat melalui Stasiun Cirebon. Dengan kolaborasi ini, stasiun tidak hanya menjadi tempat mobilitas, tetapi juga dapat menjadi ruang apresiasi, interaksi, dan pelestarian budaya,” tutup Muhibbuddin.




Discussion about this post