
GRAGEPOLITAN – Kota Cirebon sekali lagi menjadi tempat berkumpul bagi generasi muda dari berbagai wilayah. Kali ini, melalui acara Al Azhar Cup XXV Futsal tingkat nasional yang diadakan di SD Islam Al Azhar 3 Cirebon pada Kamis, 8 Oktober 2026.
Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, hadir untuk membuka turnamen futsal yang mempertemukan siswa-siswa dari berbagai sekolah Al Azhar di seluruh Indonesia.
Ia menyampaikan penghargaan kepada YPI Al Azhar, Yayasan Siti Chodidjah Cirebon, SD Islam Al Azhar 3 Cirebon, serta seluruh panitia yang telah mempertahankan konsistensi penyelenggaraan Al Azhar Cup hingga mencapai edisi ke-25.
“Atas nama Pemerintah Kota Cirebon, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada YPI Al Azhar, Yayasan Siti Chodidjah, dan seluruh jajaran panitia. Bisa menyelenggarakan turnamen futsal berskala nasional hingga 25 kali tentu bukan sesuatu yang mudah. Dibutuhkan konsistensi, kerja keras, dan dedikasi yang tinggi,” ujar Wali Kota.
Menurutnya, penyelenggaraan turnamen tersebut tidak hanya memberikan ruang bagi para pelajar untuk menunjukkan kemampuan di bidang olahraga, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembentukan karakter.
Wali Kota menilai olahraga memiliki nilai pendidikan yang kuat. Melalui futsal, anak-anak belajar mengenai kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, kepatuhan terhadap aturan, sekaligus membangun mental untuk menghadapi kemenangan maupun kekalahan.
“Turnamen futsal ini adalah wadah edukasi yang sangat nyata. Anak-anak dilatih untuk disiplin, menaati aturan, dan yang paling penting belajar bekerja sama dalam sebuah tim. Untuk mencapai kesuksesan, kita tidak bisa berjalan sendiri. Kita membutuhkan orang lain dan harus mampu saling membantu,” katanya.
Karena itu, Wali Kota berpesan kepada seluruh peserta agar menjadikan Al Azhar Cup bukan semata-mata sebagai ajang mengejar kemenangan, tetapi juga kesempatan untuk membangun persahabatan dan pengalaman.
Ia meminta para pemain tampil maksimal, bermain dengan gembira, pantang menyerah, serta tetap menjunjung tinggi sportivitas selama pertandingan berlangsung.
“Hal yang paling berharga dari olahraga bukan hanya siapa yang mengangkat piala paling besar atau mencetak gol paling banyak. Yang jauh lebih penting adalah siapa yang mampu bermain dengan jujur dan sportif. Hormati keputusan wasit, patuhi aturan, dan hargai teman-teman dari tim lawan,” tuturnya.
Wali Kota juga mengajak para pelatih dan orang tua untuk memberikan dukungan yang positif dari pinggir lapangan. Menurutnya, dukungan orang dewasa sangat penting agar anak-anak dapat menikmati pertandingan dalam suasana yang aman, sehat, dan menyenangkan.
“Kalah atau menang adalah hal yang biasa. Tetapi tetap tersenyum dan mau bersalaman setelah pertandingan selesai, itu baru mental juara yang luar biasa,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Siti Chodidjah Cirebon, Emirzal Hamdani, menyampaikan bahwa menjadi tuan rumah Al Azhar Cup XXV merupakan sebuah kehormatan bagi Kota Cirebon dan keluarga besar Yayasan Siti Chodidjah.
Ia menyambut kedatangan seluruh kontingen dari berbagai daerah sekaligus mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Cirebon dan berbagai pihak yang ikut menyukseskan kegiatan tersebut.
“Merupakan sebuah kehormatan luar biasa bagi kami dipercaya menjadi tuan rumah dalam perhelatan akbar edisi perak yang ke-25 ini. Kehadiran tim-tim dari berbagai penjuru Indonesia menjadi bukti eratnya tali silaturahmi dan ukhuwah Islamiyah di antara keluarga besar Al Azhar se-Indonesia,” kata Emirzal.
Emirzal menekankan bahwa Al Azhar Cup tidak hanya berbicara mengenai pertandingan dan prestasi. Lebih dari itu, turnamen tersebut menjadi momentum untuk menanamkan nilai sportivitas dan membangun karakter anak.
Ia mengajak seluruh peserta untuk menjadi anak yang sportif, menjauhi perundungan atau bullying, serta mampu menunjukkan sikap saling menghormati di dalam maupun di luar lapangan.
Menurutnya, semangat tersebut sejalan dengan tiga nilai utama olahraga Olimpiade, yakni excellence, friendship, dan respect.
“Berikan kemampuan terbaik kalian. Jadikan olahraga sebagai jembatan untuk saling memahami dan mempererat persahabatan. Dan yang tidak kalah penting, hormati diri sendiri, rekan satu tim, lawan, perangkat pertandingan, serta aturan yang berlaku,” ujarnya.
Ia berharap agar nilai-nilai tersebut bisa menjadi kebiasaan dalam kehidupan para peserta, sehingga mereka tidak hanya berkembang menjadi atlet berprestasi, tetapi juga sosok yang berkarakter kuat dan menghargai orang lain.
Pada saat yang sama, Kepala Direktorat Pendidikan Dasar dan Menengah YPI Al Azhar Jakarta, Dra. Hj. Ai Kiki Rokiba, menyampaikan salam dari Ketua Umum YPI Al Azhar dan seluruh jajaran kepada semua peserta dan tamu undangan.
Ai Kiki menjelaskan bahwa YPI Al Azhar, yang kini telah berusia 74 tahun, terus berkontribusi dalam pembangunan umat dan bangsa, terutama melalui dakwah, sosial, dan pendidikan.
Saat ini, katanya, YPI Al Azhar membawahi 236 sekolah dari tingkat TK hingga SMA dengan lebih dari 64 ribu siswa serta 7.000 guru yang tersebar di 22 provinsi di Indonesia.
Menurut Ai Kiki, Al Azhar Cup menjadi salah satu cara untuk menjaga mutu pendidikan sembari memberikan peserta didik kesempatan belajar dari pengalaman di luar kelas.
“Turnamen futsal bukan hanya sekadar pertandingan di lapangan. Ini adalah lapangan pembelajaran yang sarat dengan nilai. Anak-anak belajar tanggung jawab, kemandirian, sportivitas, kejujuran, sekaligus nilai-nilai adab,” katanya.
Ia juga mengingatkan agar kegiatan tetap menempatkan adab dan nilai keagamaan sebagai bagian penting dalam pelaksanaannya. Jika waktu pertandingan bertepatan dengan azan, panitia diharapkan memberikan kesempatan kepada peserta dan official untuk melaksanakan ibadah.
Ai Kiki juga berpesan kepada tim yang berhasil meraih juara agar tetap rendah hati. Sementara bagi tim yang belum berhasil menjadi juara, ia meminta agar menjadikan pengalaman tersebut sebagai pembelajaran untuk terus berlatih dan meningkatkan kemampuan.
“Mudah-mudahan kegiatan dari awal sampai akhir berjalan lancar, baik, sukses, dan berkah. Sesuai dengan tema Al Azhar Cup 2026, sukses dan berkah,” ujarnya.




Discussion about this post