
GRAGEPOLITAN – PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus berupaya meningkatkan keselamatan di perlintasan sebidang dengan menyediakan fasilitas dan menyiapkan personel yang kompeten. Untuk mempercepat pelaksanaan rekomendasi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), KAI terus membangun fasilitas keselamatan di 190 titik Jalur Perlintasan Langsung (JPL) di berbagai wilayah operasional.
Secara bertahap, untuk meningkatkan keselamatan di perlintasan sebidang, terutama di titik-titik prioritas, KAI Daop 3 Cirebon mengambil langkah konkret dengan mengoperasikan enam Gardu JPL dari 27 titik JPL yang menjadi prioritas di wilayah tersebut.
Vice President Daop 3 Cirebon, Sigit Winarto, menyatakan bahwa pengoperasian Gardu JPL ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api dan memperkuat perlindungan bagi pengguna jalan. Hal ini dilakukan dengan memastikan kesiapan fasilitas, petugas, serta aspek operasional yang penting dalam pengamanan perlintasan sebidang.
“Keselamatan merupakan prioritas utama dalam operasional kereta api. Pengoperasian enam Gardu JPL baru ini menjadi langkah konkret untuk memperkuat pengamanan di perlintasan sebidang yang menjadi titik prioritas,” tegas Sigit.
Per 15 Oktober 2026 di wilayah Daop 3 Cirebon, enam gardu yang mulai beroperasi berada di JPL 210 lintas Cirebonprujakan-Luwung, JPL 341 lintas Waruduwur-Cirebonprujakan, JPL 339 lintas Waruduwur-Cirebonprujakan, JPL 328 lintas Babakan-Waruduwur, JPL 331 lintas Babakan- Waruduwur dan JPL 180 lintas Arjawinangun-Bangoduwa, sementara 21 titik lainya masih dalam proses pembangunan.
Adapun program peningkatan keselamatan perlintasan sebidang di Daop 3 Cirebon tahun 2026 mencakup 27 titik prioritas yang tersebar di empat daerah. Rinciannya, 18 titik di Kabupaten Cirebon, 3 titik di Kabupaten Subang, 4 titik di Kabupaten Indramayu dan 2 titik di wilayah Kabupaten Brebes.
Untuk memantau progres pembangunan Gardu JPL, Direktur Operasi, Prasarana, Keselamatan Area 1 KAI Awan Hermawan Purwadinata, bersama Direktur Utama KAI Properti, Mohamad Ramdany, Vice President Daerah Operasi 3 Cirebon Sigit Winarto, beserta jajaran meninjau Gardu JPL 341 lintas Waruduwur-Cirebonprujakan dan 210 lintas Cirebonprujakan-Luwung.
KAI Daop 3 Cirebon melaksanakan program pembangunan Gardu JPL secara bertahap sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan pengamanan perlintasan sebidang. Pemasangan gardu modular dan fasilitas pendukung dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi teknis serta kesiapan masing-masing lokasi sebelum memasuki tahap operasional.
KAI Daop 3 Cirebon juga menyiapkan sumber daya manusia untuk mendukung pengamanan perlintasan sebidang. Saat ini sebanyak 108 tenaga Petugas Jaga Lintasan (PJL) telah lulus sertifikasi kompetensi dan sudah didinaskan.
“Penyelesaian fasilitas perlu berjalan beriringan dengan kesiapan petugas. Setiap gardu yang memasuki tahap operasional membutuhkan personel yang memiliki kompetensi sesuai tugas pengamanan perlintasan, sehingga fungsi keselamatan di lapangan dapat berjalan secara konsisten,” kata Sigit.
KAI Daop 3 Cirebon mengimbau kepada masyarakat pengguna jalan agar tetap waspada saat melintasi perlintasan sebidang untuk selalu menjaga keselamatan dengan menaati rambu, marka, mendahulukan perjalanan kereta api, tengok kanan kiri serta mengikuti arahan petugas.
KAI Daop 3 Cirebon juga mengajak masyarakat untuk turut menjaga prasarana gardu JPL yang telah dibangun demi peningkatan keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan raya di perlintasan sebidang.





Discussion about this post