
GRAGEPOLITAN – Gelaran Dekranasda Scene Market resmi dibuka di Mall UMKM Kota Cirebon, Rabu (11/03/2026). Kegiatan ini sebagai panggung pembuktian bagi para pelaku industri kreatif dan UMKM lokal bahwa produk Kota Cirebon mampu bicara banyak di pasar modern.
Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, yang hadir langsung membuka acara, tampak tidak bisa menyembunyikan rasa bangganya. Meninjau satu per satu stan yang ada, ia menyebut bahwa energi positif yang terpancar dari karya para perajin adalah cerminan wajah ekonomi kota yang tangguh. Bagi Wali Kota, kreativitas warga Kota Cirebon adalah aset yang tidak akan pernah habis termakan waktu.
“Saya selalu merasa senang dan bahagia ketika hadir di acara semacam ini. Sebab, saya bisa merasakan optimisme dari setiap karya yang dipamerkan. Dekranasda Scene Market hari ini adalah wajah dari daya tahan ekonomi kita. Kota Cirebon diberkati dengan warisan budaya yang beragam, dan tugas kita sekarang adalah memastikan warisan itu tidak hanya berhenti di etalase museum, tapi jadi tulang punggung ekonomi keluarga,” ujarnya.
Lebih lanjut, Wali Kota menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Ia mengajak pihak perbankan, akademisi, hingga instansi vertikal untuk tidak berjalan sendiri-sendiri. Menurutnya, UMKM butuh ekosistem yang solid, mulai dari kemudahan akses modal hingga riset desain produk yang mampu bersaing di level internasional. Pemerintah Kota pun berkomitmen akan terus menyediakan ruang-ruang publik sebagai etalase karya lokal.
Menariknya, pameran kali ini menampilkan ragam produk yang sangat luas, mulai dari lukisan, batik, parfum, hingga produk kerajinan tangan hasil kolaborasi dengan warga binaan Rutan Cirebon. Wali Kota berharap ke depan, event serupa bisa digelar dalam skala yang lebih besar di ruang terbuka agar jangkauan promosinya semakin luas. Ia pun meminta dukungan media untuk ikut memviralkan karya-karya hebat dari seniman dan penggiat UMKM Cirebon.
Wali Kota mengajak seluruh masyarakat Kota Cirebon untuk menumbuhkan rasa bangga terhadap produk lokal. Menurutnya, membeli produk tetangga atau rekan sendiri bukan hanya soal transaksi ekonomi, melainkan bentuk solidaritas untuk memastikan roda kehidupan warga kota terus berputar menuju kesejahteraan bersama.
Senada dengan hal tersebut, Kepala DKUKMPP Kota Cirebon, Iing Daiman, menyoroti strategi promosi tahun 2026 yang akan lebih gencar memanfaatkan kanal digital. Iing memberikan apresiasi khusus bagi anak muda kreatif yang mampu menyulap barang lama menjadi produk bernilai tinggi melalui konsep rework atau modifikasi busana sesuai selera pasar masa kini.
“Kami merangkul anak-anak muda inovatif ini karena ide mereka selalu segar. Contohnya baju yang di-rework, tadi saja acara belum mulai tapi transaksi sudah banyak. Ini bukti ada daya tarik luar biasa. Meski space kita terbatas namun kualitasnya luar biasa,” jelas Iing.
Iing menambahkan bahwa keterlibatan para pelukis dan belasan brand lokal dalam satu ruang ini merupakan pencapaian yang patut diapresiasi. Hal ini menunjukkan bahwa gairah ekonomi kreatif di Kota Cirebon sedang berada di titik tertinggi, di mana kualitas produk rumahan sudah mulai sejajar dengan produk pabrikan.
Dukungan penuh juga datang dari Ketua Dekranasda Kota Cirebon, Noviyanti Edo. Ia melihat Scene Market sebagai wadah yang sangat krusial bagi pengembangan potensi anak muda. Baginya, tren penggunaan barang preloved yang di-upgrade kembali menjadi busana modis adalah langkah cerdas dalam menjaga keberlangsungan industri fesyen lokal yang ramah lingkungan.
“Alhamdulillah, ini sangat bagus sekali untuk mendongkrak kreativitas anak muda Kota Cirebon. Ini adalah wadah nyata untuk memajukan Dekranasda yang bekerja sama dengan UMKM. Kita ingin kreativitas ini terus berkembang dan tidak berhenti di sini saja,” tutur Noviyanti.




Discussion about this post