
GRAGEPOLITAN – Selain persoalan infrastruktur jalan yang berlubang, persoalan minimnya fasilitas Penerangan Jalan Umum (PJU) di Jalan Sultan Ageng Tirtayasa, Kabupaten Cirebon, kian dikeluhkan. Pantauan di lokasi pada Selasa (17/2/2026) pukul 21.00 WIB, menunjukkan kondisi jalur tersebut gelap gulita, yang secara drastis menurunkan jarak pandang para pengendara.
Kondisi kegelapan ini sangat kontras dengan status jalan yang merupakan jalur aktif dan ramai dilalui warga. Tanpa bantuan cahaya yang memadai, rintangan di badan jalan seperti lubang atau sisa material proyek menjadi nyaris mustahil untuk diantisipasi dari kejauhan.
Narasumber di lokasi, Azriel Muhammad Arif, mengungkapkan kekhawatiran mendalam mengenai keselamatan warga. Menurutnya, kegelapan di area ini bukan sekadar masalah kenyamanan, melainkan ancaman nyawa bagi siapapun yang melintas.
“Jika tidak segera dipasang penerangan, ini sangat berpotensi menimbulkan kecelakaan fatal. Di sebelah jalan ini ada sungai dan area yang cukup curam seperti jurang,” ungkap Azriel Muhammad Arif.
Ia menambahkan bahwa visibilitas yang buruk bisa membuat pengendara kehilangan arah dan terperosok keluar jalur. “Sangat berbahaya kalau pengendara tidak tahu medan dan terperosok ke arah sungai karena gelap. Sebisa mungkin pemerintah segera memasang lampu di sini demi keselamatan rakyat dan warga sekitar,” tegasnya.
Hingga saat ini, penerangan di jalur tersebut hanya bergantung pada lampu dari kendaraan yang melintas atau cahaya dari pemukiman yang jauh jaraknya. Warga mendesak dinas terkait, khususnya Dinas Perhubungan Kabupaten Cirebon, untuk segera melakukan pengadaan atau perbaikan titik-titik lampu jalan di sepanjang Jalan Sultan Ageng Tirtayasa sebelum jatuh korban jiwa akibat buruknya fasilitas publik ini.





Discussion about this post