
GRAGEPOLITAN – Konflik internal yang berkepanjangan di tubuh Partai Berkarya terus menjadi sorotan publik. Hal ini mencuat setelah munculnya polemik dari kubu Muchdi PR yang kini mengklaim dirinya sebagai ketua umum.
Situasi tersebut akhirnya mendorong sejumlah Dewan Pimpinan Daerah (DPD) di wilayah Jawa Barat untuk memilih mundur dari kepengurusan. Secara khusus, DPD Kabupaten Majalengka mengambil langkah serentak, di mana Ketua, Sekretaris, dan Bendahara bersama-sama membuat surat pernyataan pengunduran diri. Keputusan ini telah ditetapkan sebagai sikap resmi Dewan Pimpinan Daerah Kabupaten Majalengka.
Sunarto Aryodinoto, yang menjabat sebagai Sekretaris Dewan Pimpinan Kabupaten Majalengka untuk periode 2024-2029, menegaskan pengunduran dirinya dari kepengurusan Partai Berkarya sejak surat resmi pengunduran diri mereka diserahkan pada 19 Januari 2025.
Ya sejak keputusan dari hasil Munas yang di cap ada sesuatu yang mengganjal di kepengurusan DPP dan DPW Jawa Barat.Maka kami memutuskan.Lebih memilih mengundurkan diri dari kepengurusan DPD Partai Berkarya Kabupaten Majalengka.Dan kami sudah melayangkan surat resmi pengunduran diri sejak tanggal 19 Januari 2025 kepada DPW Jawa Barat.Sabtu ( 31/02/2025).
Alasan pengunduran diri dari kepengurusan DPD Partai Berkarya Kabupaten Majalengka adalah adanya konflik internal di dalam partai yang hingga saat ini masih belum menemukan penyelesaian.





Discussion about this post