
GRAGEPOLITAN – Pembukaan lahan, terutama untuk lahan usaha wisata di bibir kaki Gunung Ciremai dalam beberapa tahun ini makin bermunculan. Seolah ingin paling dekat dengan hutan Gunung Ciremai, lokasi yang mereka pilih berlomba berada di ketinggian.
Hal ini tentu sangat mengkhawatirkan akan dampak lingkungan yang bisa saja muncul setiap saat. Seperti habitat atau ekosistem yang terganggu hingga ancaman bencana longsor.
Karenanya tidak berlebihan jika kemudian banyak pihak yang menyoroti keberadaan lokasi-lokssi wisata di kawssan Gunung Ciremai. Termasuk Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (Demul) yang beberapa waktu lalu melakukan sidak ke sejumlah lokasi di kawasan kaki Gunung Ciremai.
Tak hanya tempat wisata atau kafe dengan usaha glampingnya, pada sidak tersebut Demul juga menemukan masih adanya aktivitas penambangan galian liar. Saat itu juga Demul meminta mereka untuk menghentikan aktivitas tambangnya.
Sementara itu, salah satu titik kawasan Gunung Ciremai yang mulai bermunculan kafe, atau tempat wisata lainnya adalah di Desa Cisantana Palutungan Kab Kuningan. Bahkan saat ini muncul juga usaha wisata dan glamping di arah Ipukan masih di kawasan yang sama.***





Discussion about this post