
GRAGEPOLITAN – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon terus memperluas upaya meningkatkan perlindungan konsumen dan literasi keuangan melalui kegiatan bertajuk “Sosialisasi Pelindungan Konsumen dan Masyarakat di Sektor Jasa Keuangan kepada Perkumpulan Organisasi Wanita Kota Cirebon”. Program ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman masyarakat, terutama perempuan, mengenai pentingnya perlindungan konsumen dan kesadaran akan keuangan. Kegiatan yang digelar pada 23 April 2026 ini secara khusus menjadikan perempuan sebagai sasaran prioritas dalam upaya peningkatan literasi dan inklusi keuangan.
Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh, termasuk Wakil Wali Kota Cirebon Siti Farida Rosmawati, Kepala OJK Cirebon Agus Muntholib, Kepala OJK Tasikmalaya Nofa Hermawati, serta Kepala Divisi Pengembangan Pelindungan Konsumen dan Edukasi Keuangan (PEPK) OJK, Fredi Wijaya Kusuma. Para peserta adalah perwakilan dari berbagai organisasi wanita di Kota Cirebon yang memiliki peran strategis, baik dalam keluarga maupun masyarakat.
Dalam kesempatan ini, OJK berupaya mendorong kesadaran perempuan akan hak dan kewajiban mereka sebagai konsumen jasa keuangan. Hal ini mencakup kemampuan mengenali produk serta layanan legal, sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai risiko di sektor keuangan. Pemilihan perempuan sebagai target utama didasarkan pada peran signifikan mereka dalam pengambilan keputusan keuangan di tingkat rumah tangga.
Kegiatan ini menjadi bagian dari program literasi keuangan berkelanjutan yang secara berkala digalakkan oleh OJK. Dalam pelaksanaannya, narasumber dari Divisi Pengembangan Literasi Keuangan (DPLK) OJK turut dilibatkan untuk menyampaikan materi langsung kepada masyarakat. Selain menyebarkan informasi, forum ini berfungsi sebagai ruang interaksi antara masyarakat, otoritas, dan pemerintah daerah guna menerima masukan serta memperkuat efektivitas program literasi finansial yang sedang berjalan.
Kepala OJK Cirebon, Agus Muntholib, dalam sambutannya menegaskan pentingnya peran perempuan dalam mengelola keuangan, baik di lingkup keluarga maupun dalam masyarakat secara lebih luas. Acara ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan literasi keuangan dan perlindungan konsumen di Kota Cirebon.
“Perempuan memiliki peran yang sangat strategis, tidak hanya dalam keluarga tetapi juga dalam berbagai sektor. Banyak perempuan hebat yang telah menunjukkan kapasitasnya, termasuk di sektor jasa keuangan. Hal ini menunjukkan bahwa perempuan memiliki kemampuan dan kompetensi yang tidak kalah, bahkan dalam banyak hal memiliki keunggulan tersendiri,” ujar Agus.
Lebih lanjut, Agus menyampaikan bahwa literasi keuangan bagi perempuan menjadi sangat penting karena berdampak langsung terhadap kesejahteraan keluarga.
“Ketika seorang ibu atau istri memiliki pemahaman keuangan yang baik, maka pengelolaan keuangan keluarga akan menjadi lebih terarah, stabil, dan terencana. Hal ini tidak hanya berdampak pada kondisi ekonomi keluarga, tetapi juga memberikan rasa aman dan ketenangan bagi anggota keluarga, termasuk anak- anak. Perempuan tidak hanya berperan dalam mengelola keuangan, tetapi juga menjadi sosok yang memberikan ketenangan dan membentuk pola pikir anak, termasuk dalam menyikapi keuangan secara bijak,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala OJK Tasikmalaya dalam kesempatan tersebut menyoroti pentingnya kepemimpinan perempuan dalam memanfaatkan peluang yang ada.
“Perempuan harus berani mengambil peran dan memanfaatkan berbagai peluang yang tersedia. Dengan kemampuan yang dimiliki, perempuan tidak kalah kompeten dengan laki-laki, bahkan memiliki keunggulan dalam hal multitasking, baik dalam menjalankan peran profesional maupun dalam mengelola rumah tangga. Sejalan dengan itu, kami meyakini bahwa perempuan berdaya, negara digdaya, sehingga pemberdayaan perempuan menjadi bagian penting dalam mendorong kemajuan bangsa,” ujarnya.
Kegiatan edukasi ini juga merupakan bagian dari program Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), di mana OJK berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, dalam mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat. Dalam konteks kegiatan ini, sinergi tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan edukasi yang menyasar perempuan sebagai salah satu kelompok prioritas, sebagai upaya memperluas pemahaman serta akses masyarakat terhadap layanan keuangan secara berkelanjutan.
Sejalan dengan hal tersebut, Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, dalam sambutannya menyampaikan dukungan Pemerintah Kota Cirebon terhadap peningkatan literasi keuangan bagi perempuan.
“Perempuan berdaya adalah perempuan yang mandiri secara finansial serta mampu mengelola keuangan dengan baik dan optimal. Karena itu, Pemerintah Kota Cirebon terus mendorong peningkatan literasi keuangan agar perempuan dapat berperan dalam mendukung kesejahteraan keluarga dan masyarakat” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, OJK Cirebon menegaskan komitmennya untuk terus memperluas literasi keuangan dan pelindungan konsumen kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya perempuan, sebagai bagian dari upaya membangun masyarakat yang cerdas finansial dan terlindungi.





Discussion about this post