
GRAGEPOLITAN – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) dengan mengadakan kegiatan sosialisasi yang mempertemukan Badan Pusat Statistik (BPS) dan para pelaku industri jasa keuangan di wilayah Ciayumajakuning. Acara ini berlangsung di Aula Pangeran Cakrabuana, Kantor OJK Cirebon, pada hari Jumat, 24 April.
Sosialisasi tersebut dihadiri oleh berbagai perwakilan dari industri jasa keuangan yang meliputi wilayah Kota dan Kabupaten Cirebon, Indramayu, Majalengka, serta Kuningan. Mereka berasal dari beragam sektor, seperti perbankan, perusahaan pembiayaan, lembaga keuangan mikro, pergadaian, perusahaan fintech, hingga pelaku industri lainnya di bidang jasa keuangan.
Lewat kegiatan ini, OJK Cirebon menyediakan wadah bagi BPS untuk menyampaikan informasi penting mengenai pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, yang dijadwalkan berlangsung dari 1 Mei hingga 31 Juli 2026. Selain itu, acara ini bertujuan untuk mendorong kesiapan serta partisipasi aktif para pelaku industri jasa keuangan dalam mendukung kelancaran proses pendataan.
Kepala OJK Cirebon menyatakan bahwa dukungan terhadap Sensus Ekonomi 2026 menjadi wujud sinergi antarlembaga yang bertujuan memperkuat kualitas data ekonomi nasional.
“OJK Cirebon mendukung penuh pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dengan menjembatani koordinasi antara BPS dan industri jasa keuangan di wilayah Ciayumajakuning. Partisipasi aktif pelaku usaha dalam memberikan data yang akurat akan sangat penting untuk menghasilkan gambaran ekonomi yang komprehensif sebagai dasar kebijakan nasional,” ujar Kepala OJK Cirebon.
Sensus Ekonomi 2026 merupakan program nasional yang dilaksanakan oleh BPS setiap 10 tahun sekali untuk mendata seluruh pelaku usaha non-pertanian di Indonesia. Program ini mencakup berbagai jenis usaha, mulai dari usaha mikro kecil hingga usaha menengah besar.
Melalui sensus ini, pemerintah akan memperoleh data terkini yang mencakup struktur ekonomi, karakteristik usaha, kondisi permodalan dan investasi, daya saing usaha, hingga perkembangan sektor ekonomi baru, seperti ekonomi digital, ekonomi hijau, dan ekonomi biru.
Untuk memastikan pendataan berjalan dengan baik dan mencakup seluruh pelaku usaha secara menyeluruh, BPS akan melibatkan sekitar 116 ribu petugas lapangan di seluruh Indonesia.
OJK Cirebon berharap melalui kolaborasi ini, industri jasa keuangan di wilayah Ciayumajakuning dapat mendukung kelancaran Sensus Ekonomi 2026. Dukungan tersebut diharapkan mampu menghasilkan data yang berkualitas demi menunjang pembangunan ekonomi nasional maupun daerah secara lebih tepat sasaran.
Ke depan, OJK Cirebon berkomitmen untuk terus memperkuat kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan guna menjaga stabilitas sektor jasa keuangan serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.




Discussion about this post