
GRAGEPOLITAN – Kirab Budaya Festival Kepatihan ke-2 Tahun 2026 berlangsung meriah pada Sabtu pagi. Berbagai kesenian budaya, ogoh-ogoh, hingga beragam karya kreativitas warga diarak keliling dan disambut antusias masyarakat. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari peringatan Hari Jadi Cirebon ke-599.
Kelurahan Pekalipan, Kecamatan Pekalipan, Kota Cirebon kembali menggelar pesta rakyat yang dikemas dalam Festival Kepatihan ke-2 tahun 2026. Sejak pagi hari, kawasan Kelurahan Pekalipan dipadati warga yang ingin menyaksikan kemeriahan kirab budaya yang melibatkan ribuan peserta dari berbagai wilayah.
Iring-iringan kirab diawali oleh pasukan pengibar bendera, dilanjutkan marching band, serta replika Kereta Paksi Naga Liman dari Keraton Kanoman yang menjadi salah satu ikon utama dalam kegiatan tersebut.

Sepanjang Jalan Pulasaren, masyarakat disuguhkan berbagai penampilan seni budaya, adat tradisi, ogoh-ogoh, hingga kreasi unik hasil karya warga.
Tidak hanya diikuti kalangan dewasa, kirab budaya juga melibatkan anak-anak dan remaja yang tampil penuh semangat membawa berbagai atribut budaya dan kreativitas khas lingkungan masing-masing.
Lurah Pekalipan, Mimin Minarsih, mengatakan Festival Kepatihan tahun ini terasa lebih meriah dibandingkan tahun sebelumnya. Hal tersebut karena seluruh RW, mulai dari RW 1 hingga RW 12, mengirimkan sekitar 100 peserta beserta karya kreativitas yang diarak mengelilingi wilayah Pekalipan.
“Festival Kepatihan ini menjadi ajang kebersamaan masyarakat. Seluruh RW berpartisipasi sehingga kemeriahannya dapat dirasakan oleh seluruh warga sekaligus menjadi bentuk dukungan dalam memeriahkan Hari Jadi Cirebon ke-599,” ujar Mimin Minarsih.
Sementara itu, Camat Pekalipan, Yoga Pramono, mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kirab budaya menjadi sarana pelestarian tradisi sekaligus memperkuat kebersamaan antarwarga.

“Semangat gotong royong dan kecintaan terhadap budaya lokal terlihat jelas dalam Festival Kepatihan tahun ini. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilestarikan dan menjadi agenda budaya tahunan yang semakin berkembang,” kata Yoga Pramono.
Sebelum puncak acara kirab budaya digelar, rangkaian Festival Kepatihan juga diisi dengan kegiatan religius yang dihadiri Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida. Selain kirab budaya, panitia turut menggelar bazar UMKM sebagai upaya mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.
Melalui perpaduan kegiatan budaya, religius, dan ekonomi kerakyatan, Festival Kepatihan ke-2 diharapkan mampu menjadi wadah pelestarian budaya sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Warga pun berharap tradisi ini dapat terus dilaksanakan dan menjadi kebanggaan Kota Cirebon di masa mendatang.
Reporter: Woelan





Discussion about this post