
GRAGEPOLITAN – Usaha untuk membangun budaya keselamatan perkeretaapian tidak bisa hanya mengandalkan petugas kereta api, melainkan membutuhkan partisipasi aktif dari berbagai elemen masyarakat. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 3 Cirebon berkolaborasi dengan komunitas pecinta kereta api Indonesian Railway Preservation Society (IRPS) untuk mengadakan kampanye keselamatan di perlintasan kereta pada Kamis, 9 Juli.
Kerja sama ini menjadi bukti nyata sinergi antara KAI dan komunitas pecinta kereta api dalam meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa keselamatan perjalanan kereta adalah tanggung jawab bersama. Diharapkan, kehadiran komunitas dalam kegiatan edukasi di lapangan dapat menjangkau masyarakat lebih luas dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya disiplin berlalu lintas di perlintasan kereta.
Kegiatan sosialisasi ini berlangsung di lima lokasi perlintasan kereta, yaitu JPL 307 Pejagan, JPL 293 Bulakamba, JPL 282 Pebatan, JPL 279 Kauman, dan JPL 278 di sekitar Stasiun Brebes. Peserta membagikan pesan-pesan keselamatan melalui spanduk dan poster kepada pengguna jalan yang melintas.
Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, menyatakan bahwa kerja sama dengan komunitas pecinta kereta api ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat edukasi keselamatan kepada masyarakat.
“Kami meyakini bahwa budaya keselamatan akan semakin kuat apabila dibangun secara bersama-sama. Komunitas pecinta kereta api memiliki kepedulian yang tinggi terhadap dunia perkeretaapian sehingga kehadiran mereka menjadi energi positif dalam mengedukasi masyarakat agar semakin disiplin dan waspada saat melintasi perlintasan sebidang,” ujar Muhibbuddin.
Menurut Muhib, perlintasan sebidang masih menjadi salah satu titik yang memerlukan perhatian serius. Sebagian besar kecelakaan di perlintasan terjadi akibat pelanggaran aturan lalu lintas, seperti menerobos saat kereta akan melintas atau tidak memastikan kondisi aman sebelum menyeberang.
Melalui kegiatan ini, KAI Daop 3 Cirebon mengingatkan kembali kepada seluruh pengguna jalan agar selalu mengutamakan perjalanan kereta api. Pengendara diminta untuk berhenti sejenak sebelum melintasi perlintasan, melihat ke kiri dan kanan, mendengarkan apabila terdapat suara kereta, serta hanya melintas ketika kondisi benar-benar aman.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan keselamatan sebagai budaya. Satu tindakan disiplin di perlintasan dapat menyelamatkan banyak nyawa. Jangan pernah mengambil risiko dengan menerobos perlintasan ketika kereta api akan melintas,” tegas Muhibbuddin.
KAI Daop 3 Cirebon juga menyampaikan apresiasi kepada komunitas pecinta kereta api yang secara konsisten mendukung berbagai program edukasi keselamatan perkeretaapian.
“Kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada rekan-rekan komunitas railfans yang telah meluangkan waktu, tenaga, dan kepeduliannya untuk bersama-sama mengedukasi masyarakat. Semangat kolaborasi seperti inilah yang kami harapkan terus tumbuh sehingga pesan keselamatan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat. KAI selalu membuka ruang bagi komunitas dan berbagai pemangku kepentingan untuk bersama-sama membangun budaya keselamatan perkeretaapian di Indonesia,” ungkap Muhibbuddin.
KAI Daop 3 Cirebon berharap sinergi dengan komunitas pecinta kereta api dapat terus berlanjut melalui berbagai kegiatan edukatif lainnya. Semakin banyak pihak yang terlibat dalam mengampanyekan keselamatan, semakin besar pula peluang untuk menekan angka kecelakaan di perlintasan sebidang dan mewujudkan ekosistem transportasi perkeretaapian yang semakin selamat, aman, dan berkelanjutan.





Discussion about this post