
GRAGEPOLITAN – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 3 Cirebon berkolaborasi dengan komunitas pecinta kereta api Indonesian Railway Preservation Society (IRPS) Cirebon dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cirebon menggelar aksi bersih-bersih di Blok Kebon Pring Lor, Desa Arjawinangun, Kabupaten Cirebon. Kegiatan ini berlangsung di sekitar JPL 172 pada petak jalan Kertasemaya–Arjawinangun.
Aksi tersebut menjadi wujud kepedulian bersama terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan di sekitar jalur kereta api, sekaligus upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan perjalanan kereta api. Untuk mendukung pelaksanaannya, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cirebon menyediakan tiga truk guna mengangkut sampah yang terkumpul ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Manajer Humas KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah nyata untuk mewujudkan lingkungan perkeretaapian yang lebih bersih, sehat, dan tertata melalui keterlibatan berbagai unsur masyarakat serta pemerintah daerah.
“Menjaga kebersihan lingkungan di sekitar jalur kereta api membutuhkan kepedulian dan keterlibatan berbagai pihak. Melalui kolaborasi ini, kami ingin mendorong terciptanya lingkungan yang lebih baik, mengurangi potensi pencemaran akibat sampah, serta meningkatkan kesadaran masyarakat untuk turut menjaga kebersihan kawasan di sekitar jalur kereta api,” ujar Muhibbuddin.
Menurutnya, kebersihan lingkungan juga menjadi perhatian karena lokasi tersebut berada di sepanjang jalur kereta api. Lingkungan yang bersih dan tertata diharapkan dapat memberikan kesan positif bagi pelanggan kereta api sekaligus menciptakan kawasan yang lebih nyaman bagi masyarakat sekitar.
Selain menggelar aksi bersih lingkungan, KAI Daop 3 Cirebon bersama IRPS Cirebon juga melakukan sosialisasi keselamatan di perlintasan sebidang kepada pengguna jalan. Edukasi disampaikan melalui pembentangan spanduk berisi imbauan agar masyarakat lebih berhati-hati saat melintasi perlintasan sebidang serta mendahulukan perjalanan kereta api.
Muhibbuddin menegaskan bahwa keselamatan di perlintasan sebidang membutuhkan kedisiplinan dan kepatuhan seluruh pengguna jalan terhadap aturan yang berlaku. Kereta api tidak dapat berhenti secara mendadak sehingga pengendara harus selalu waspada dan memastikan kondisi aman sebelum melintas.
“Kami mengimbau seluruh pengguna jalan agar selalu berhati-hati saat mendekati perlintasan sebidang, mengurangi kecepatan, memperhatikan rambu dan isyarat yang ada, serta berhenti ketika sinyal sudah berbunyi dan palang pintu mulai menutup. Utamakan perjalanan kereta api dan jangan menerobos perlintasan demi keselamatan bersama,” tegas Muhibbuddin.
Muhibbuddin menambahkan, sosialisasi secara langsung kepada pengguna jalan diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat bahwa keselamatan di perlintasan sebidang merupakan tanggung jawab bersama. Kepatuhan terhadap aturan tidak hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga menjaga keselamatan penumpang kereta api dan pengguna jalan lainnya.
“Kami mengapresiasi dukungan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cirebon dan partisipasi IRPS Cirebon dalam kegiatan ini. Sinergi antara KAI, pemerintah daerah, komunitas, dan masyarakat sangat penting, baik dalam menjaga kelestarian lingkungan maupun membangun budaya tertib berlalu lintas di perlintasan sebidang,” tambahnya.
“KAI Daop 3 Cirebon mengajak masyarakat untuk terus membudayakan perilaku peduli lingkungan dan mengutamakan keselamatan dalam setiap aktivitas di sekitar jalur kereta api. Melalui aksi nyata dan edukasi yang berkelanjutan, diharapkan tercipta lingkungan yang bersih dan sehat sekaligus meningkatnya kesadaran masyarakat untuk mematuhi aturan keselamatan demi terwujudnya perjalanan kereta api yang selamat, aman, dan lancar.” Pungkas Muhibbuddin.




Discussion about this post