
GRAGEPOLITAN – Pemerintah Kota Cirebon kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai upaya konkret untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok sekaligus mendukung masyarakat dalam mendapatkan bahan pangan dengan harga lebih terjangkau di Lapangan Kebon Pelok, Kamis (6/8/2026). Program ini digelar melalui kolaborasi dengan Bank Indonesia, Perum Bulog, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya, dan disambut antusias oleh masyarakat yang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, bersama Sekretaris Daerah, Iing Daiman, meninjau langsung pelaksanaan kegiatan tersebut sambil berinteraksi dengan warga yang memenuhi lokasi pasar murah. Dia menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya acara rutin, tetapi merupakan komitmen pemerintah untuk memastikan warga dapat mengakses bahan pangan dengan harga yang terjangkau, terutama di tengah fluktuasi harga di pasar.
Wali Kota menambahkan bahwa penyelenggaraan GPM kali ini adalah yang ke-21 sepanjang tahun ini. Pemerintah Kota Cirebon berharap program serupa dapat terus dilaksanakan hingga akhir tahun sebagai bagian dari usaha mempertahankan daya beli masyarakat.
“Harapannya tentu kegiatan ini bisa terus berjalan sampai akhir tahun agar stabilitas harga pangan tetap terjaga dan masyarakat semakin terbantu dalam memenuhi kebutuhan pokok,” ujarnya.
Ia menambahkan, beragam komoditas kebutuhan sehari-hari tersedia di pasar murah, mulai dari minyak goreng, gula pasir, tepung terigu, telur, daging, hingga aneka sayuran. Seluruh komoditas tersebut dijual dengan harga yang lebih rendah dibandingkan harga di pasaran sehingga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Semua kebutuhan pokok hampir tersedia di sini. Selisih harganya juga cukup signifikan dibandingkan pasar. Misalnya bawang bisa lebih murah sekitar Rp4.000 per kilogram, begitu juga telur dan daging. Kondisi seperti ini tentu sangat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Wali Kota berharap sinergi yang telah terbangun dapat terus dipertahankan sehingga stabilitas harga pangan di Kota Cirebon tetap terjaga hingga akhir tahun.
“Yang paling penting adalah bagaimana pemerintah terus hadir menjaga stabilitas harga. Selain itu, masyarakat juga bisa merasakan langsung manfaatnya karena kebutuhan pokok menjadi lebih mudah dijangkau. Mudah-mudahan kondisi ini terus terjaga sampai akhir tahun,” katanya.
Melalui GPM, Pemerintah Kota Cirebon bersama seluruh mitra berkomitmen untuk terus menghadirkan langkah-langkah konkret dalam menjaga stabilitas harga pangan, mengendalikan inflasi daerah, sekaligus memastikan masyarakat memperoleh akses terhadap kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
Antusiasme masyarakat juga terlihat sejak kegiatan dimulai. Salah satunya disampaikan Tati, warga Kota Cirebon, yang mengaku sengaja datang untuk membeli beberapa kebutuhan pokok karena harga yang ditawarkan jauh lebih terjangkau dibandingkan harga di pasar.
Menurutnya, selisih harga yang cukup besar sangat membantu para ibu rumah tangga dalam menghemat pengeluaran keluarga.
“Kalau untuk ibu-ibu, kegiatan seperti ini sangat menarik karena harganya memang lebih murah dari pasar. Contohnya telur, di sini sekitar Rp22 ribu, sementara di pasar bisa Rp25 ribu sampai Rp26 ribu. Selisihnya cukup terasa, jadi sangat membantu kami mengatur pengeluaran rumah tangga,” tuturnya.
Ia berharap kegiatan GPM dapat digelar lebih sering agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya dan harga kebutuhan pokok tetap terkendali.
“Harapan saya kegiatan seperti ini bisa lebih sering diadakan. Pemerintah juga perlu terus memperhatikan kebutuhan masyarakat, karena tidak semua warga memiliki kemampuan ekonomi yang sama. Kebutuhan pangan adalah kebutuhan dasar, sehingga upaya menjaga harga tetap terjangkau tentu sangat berarti bagi kami,” harapnya.





Discussion about this post