
GRAGEPOLITAN – KAI Daop 3 Cirebon terus berkomitmen mendukung program pemerintah menuju Net Zero Emission (NZE) 2060. Salah satu langkah nyata untuk mencapai tujuan ini adalah penerapan energi hijau dalam operasi perkeretaapian. KAI Daop 3 Cirebon kini sudah memanfaatkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atau panel surya di beberapa stasiun dan bangunan dinas lainnya.
Inisiatif ini tidak hanya membantu mengurangi emisi karbon, tetapi juga merupakan langkah strategis menuju efisiensi energi dan penghematan biaya operasional.
Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, menyatakan bahwa salah satu upaya strategis yang sudah diambil ialah pemasangan PLTS di tiga stasiun utama serta di bangunan dinas Griya Karya Cirebon. Sistem PLTS yang digunakan oleh KAI mengadopsi teknologi On-Grid, yakni sistem tenaga surya yang terhubung langsung dengan jaringan listrik PLN. Dengan sistem ini, listrik dari panel surya dapat digunakan secara optimal tanpa menurunkan keandalan pasokan listrik konvensional.
Ia menjelaskan bahwa tiga stasiun tersebut adalah Stasiun Cirebon dengan kapasitas 46 kWp, Stasiun Cirebon Prujakan dengan 22 kWp, dan Stasiun Brebes dengan 12 kWp.
“Penggunaan solar panel di tiga stasiun ini merupakan bentuk nyata kontribusi KAI dalam menciptakan operasional yang lebih ramah lingkungan sekaligus efisien dari sisi penggunaan energi listrik,” kata Muhib.
Dengan total kapasitas PLTS di tiga stasiun mencapai 80 kWp, sistem ini mampu menghasilkan energi listrik rata-rata sekitar 11.610 kWh per hari, atau setara 348.300 kWh per bulan. Energi tersebut dimanfaatkan untuk kebutuhan operasional stasiun seperti pencahayaan, sistem informasi penumpang, hingga pendingin ruang tunggu.
Jika dikonversikan ke biaya listrik dengan asumsi tarif listrik bisnis non-subsidi, pemanfaatan PLTS ini mampu menyumbang efisiensi hingga ratusan juta rupiah per tahun jika seluruh daya yang dihasilkan dapat digunakan secara optimal, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap energi berbasis fosil.
“Stasiun Cirebon dan Cirebonprujakan menjadi dua lokasi utama dengan kapasitas panel terbesar. penggunaan Solar Panel ini merupakan upaya transisi energi yang dilakukan KAI dengan menggunakan Energi Baru Terbarukan (EBT) untuk suplai energi listrik di berbagai aset KAI, yang telah menghemat penggunaan listrik 7% – 9%,” jelas Muhib.
Selain sebagai bentuk efisiensi, program ini merupakan langkah untuk mendukung pembangunan yang berkelanjutan dengan konsep Environmental, Social, and Governance (ESG)
KAI Daop 3 berkomitmen untuk terus memperluas pemanfaatan energi surya dan inisiatif ramah lingkungan lainnya di masa mendatang.
“Terkait dengan NZE pada operasional dan sarana kereta, pihaknya juga sudah mengoptimalkan penggunaan bahan bakar B50 yang lebih bersih dan efisien untuk Lokomotif dan armada kereta. Selain itu, pihaknya juga melakukan pengelolaan limbah secara berkelanjutan untuk mengurangi dampak termasuk penggunaan toilet ramah lingkungan,” tutup Muhib.





Discussion about this post