
GRAGEPOLITAN – Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, menghadiri acara Bimbingan Teknis dan Silaturahmi Asosiasi Wakil Kepala Daerah Seluruh Indonesia (ASWAKADA) Tahun 2026 yang diselenggarakan di Jakarta pada Senin, 27 April 2026. Dengan tema *Mempererat Silaturahmi, Menguatkan Sinergi Wakil Kepala Daerah untuk Indonesia yang Harmonis dan Berkemajuan*, kegiatan ini menjadi ajang strategis untuk mempererat kerja sama antarwakil kepala daerah sekaligus menyelaraskan visi dalam mendukung pembangunan nasional dengan pendekatan berbasis daerah.
Hampir 200 wakil bupati dan wakil wali kota dari berbagai wilayah di Indonesia turut hadir dalam forum tersebut. Acara ini menjadi momen penting untuk mempertegas peran wakil kepala daerah sebagai elemen kunci dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, fleksibel, dan tanggap terhadap kebutuhan masyarakat.
Ketua Umum ASWAKADA, Armuji, dalam sambutannya menekankan pentingnya mengokohkan soliditas organisasi pasca diselenggarakannya Musyawarah Nasional di Yogyakarta. Ia menyampaikan bahwa tingginya partisipasi para peserta merupakan bukti nyata adanya kesadaran bersama akan perlunya wadah komunikasi dan kolaborasi yang kuat bagi para wakil kepala daerah.
“Pertemuan ini bukan sekadar silaturahmi, tetapi langkah awal untuk menindaklanjuti hasil Munas dan membangun kesamaan visi tentang peran strategis wakil kepala daerah. Kita ingin posisi ini semakin kuat, baik secara fungsi maupun kewenangan,” ujar Armuji.
Ia menilai ASWAKADA harus terus tumbuh sebagai organisasi yang mandiri dan berdaya, termasuk melalui penguatan kelembagaan dan kontribusi anggota yang terstruktur agar berbagai program organisasi dapat berjalan berkelanjutan.
Armuji juga menyoroti peluang revisi regulasi pemerintahan daerah sebagai momentum untuk memperjelas dan memperkuat kewenangan wakil kepala daerah. Ia mengajak seluruh anggota ASWAKADA aktif menyusun gagasan serta masukan substantif agar aspirasi daerah dapat terakomodasi dalam perubahan kebijakan ke depan.
“Kita harus siap dengan gagasan dan substansi. Ketika ruang revisi terbuka, kita sudah memiliki usulan konkret yang lahir dari pengalaman di daerah,” tegasnya.
Meskipun begitu, Armuji menegaskan bahwa pengabdian kepada masyarakat harus tetap menjadi fokus utama. Baginya, kepercayaan publik dapat diraih melalui tindakan nyata, pelayanan yang berkesinambungan, serta komitmen bersama untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Di sisi lain, Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri, Akmal Malik, yang secara resmi membuka acara tersebut, memberikan apresiasi atas kemajuan ASWAKADA. Ia menilai bahwa asosiasi ini semakin matang dengan memiliki visi perjuangan yang jelas.
“ASWAKADA hari ini menunjukkan perkembangan yang sangat baik. Ini bukan lagi sekadar forum komunikasi, tetapi asosiasi yang memiliki peran penting dalam mendorong kualitas kepemimpinan daerah,” ujar Akmal Malik.
Ia menyoroti perlunya partisipasi aktif pemerintah daerah, termasuk wakil kepala daerah, dalam revisi Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, khususnya untuk memperkuat peran dan kewenangan wakil kepala daerah.
Ia mencatat banyak masalah muncul karena pembagian kewenangan yang belum jelas antara kepala dan wakil kepala daerah. Oleh sebab itu, ia mengajak daerah berperan aktif dalam menyempurnakan regulasi, bukan sekadar menunggu perubahan.
“Kalau ingin ada perubahan, daerah harus bersuara. Substansi yang kuat harus lahir dari pengalaman nyata di daerah, termasuk dari para wakil kepala daerah sendiri,” katanya.
Akmal Malik menekankan pentingnya kejelasan norma hukum sebagai landasan untuk membangun hubungan kerja yang harmonis, efektif, dan produktif antara kepala daerah dan wakil kepala daerah dalam penyelenggaraan pemerintahan.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, mengungkapkan bahwa kegiatan Bimtek dan silaturahmi ASWAKADA memiliki nilai strategis. Tidak hanya berfungsi sebagai forum untuk meningkatkan kapasitas, tetapi juga menjadi wadah kolaborasi dalam memperkuat peran wakil kepala daerah dalam pembangunan.
“Kegiatan ini lebih dari sekadar seremoni. Ini ruang strategis untuk bertukar pengalaman, memperluas perspektif, dan merumuskan langkah bersama dalam memperkuat kontribusi wakil kepala daerah bagi kemajuan daerah dan nasional,” ungkapnya.
Ia menekankan bahwa kolaborasi antarpimpinan daerah merupakan faktor kunci dalam merumuskan kebijakan yang lebih responsif dan membawa manfaat langsung bagi masyarakat. Lewat wadah seperti ASWAKADA, berbagai pengalaman positif dari berbagai daerah dapat dibagikan dan dijadikan sumber inspirasi kolektif.
Ia juga mengungkapkan bahwa penguatan peran wakil kepala daerah selaras dengan upaya mewujudkan pemerintahan yang kokoh, harmonis, serta fokus pada peningkatan kualitas pelayanan publik.
“Sinergi bukan hanya soal koordinasi, tetapi tentang bagaimana kita membangun kolaborasi yang menghadirkan solusi dan manfaat nyata bagi masyarakat. Semangat kebersamaan ini menjadi energi untuk mewujudkan Indonesia yang semakin solid dan berkemajuan,” pungkasnya.




Discussion about this post