
GRAGEPOLITAN – Apresiasi Seni bulanan diadakan setiap minggu kedua dengan respons positif dari masyarakat. Gelaran seni ini berlangsung pada 8 Agustus 2026.
Acara tersebut menampilkan berbagai pertunjukan, termasuk tari tradisional, kreasi, modern, dan wayang wong.
Selain anak didik Sanggar Seni Sekar Pandan, sanggar lainnya dari Cirebon Raya juga berpartisipasi menampilkan kreativitas mereka.
Pertunjukan yang menonjol kali ini adalah Tari Jagabayan, mengisahkan kesetiaan pasukan Pajajaran terhadap Kesultanan Cirebon untuk menjaga dan melindungi.
Penari Alika Marsya Amalia menjelaskan bahwa Tari Jagabayan melambangkan kesetiaan dan pengabdian.
“Tari Jagabayan yaitu lambang kesetiaan pasukan dari Pajajaran kepada Kesultanan Cirebon yang bertugas untuk menjaga mara bahaya,” kata Alika.
Pesan tentang keberanian, kesetiaan, dan pengabdian disampaikan melalui gerakan tari yang harmonis dengan iringan musik tradisional. Pertunjukan Tari Jagabayan bukan sekadar untuk ditonton, tapi juga menjadi sarana mengenalkan nilai-nilai sejarah dan budaya kepada masyarakat, terutama generasi muda.
Antusiasme masyarakat tampak sepanjang acara. Apresiasi Seni Sekar Pandan menjadi ajang pertemuan antara seniman, sanggar seni, pelajar, dan masyarakat luas.
Kegiatan rutin ini merupakan salah satu upaya untuk menjaga kelestarian seni dan budaya Cirebon. Beragam karya seni yang ditampilkan diharapkan dapat menumbuhkan cinta generasi muda terhadap budaya lokal.
Melalui Apresiasi Seni, Sanggar Seni Sekar Pandan juga terus menyediakan platform bagi pelaku seni untuk berkarya, sekaligus memperkenalkan seni tradisional dan inovasi baru kepada masyarakat.
Dengan konsistensi pementasan setiap minggu kedua, semangat berkesenian diharapkan terus tumbuh agar warisan budaya Cirebon bisa selalu dijaga dan diteruskan kepada generasi selanjutnya.
(woelan)





Discussion about this post