
GRAGEPOLITAN || Kota Cirebon – Perkembangan penataan Sungai Sukalila terus berlanjut. Pada Selasa (20/10/2026), Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, secara langsung memeriksa kemajuan pekerjaan di area Sungai Sukalila, didampingi oleh Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Iing Daiman, dan Plt. Kepala BBWS Cimanuk-Cisanggarung, Yuliana.
Selama kunjungan tersebut, Wali Kota menyaksikan langsung perubahan di kawasan sungai yang kini tampak lebih tertata. Progres pekerjaan yang saat ini telah mencapai 75 persen menjadi salah satu pencapaian yang diharapkan dapat segera diselesaikan, agar manfaatnya dapat dinikmati oleh masyarakat Kota Cirebon.
Wali Kota menginginkan seluruh pekerjaan selesai pada akhir Desember 2026. Dengan demikian, area yang sudah ditata ini diharapkan bisa diresmikan pada Januari 2027.
“Alhamdulillah, progresnya sekarang sudah mencapai 75 persen. Kita berharap akhir Desember ini pekerjaan bisa selesai, sehingga Januari nanti mudah-mudahan sudah bisa diresmikan. Perubahannya juga mulai terlihat jelas. Kawasan yang sebelumnya terkesan kumuh, sekarang sudah jauh lebih tertata. Semoga hasilnya bisa memberikan manfaat bagi masyarakat Cirebon,” ujar Wali Kota.
Menurutnya, pekerjaan penataan Sungai Sukalila menjadi bagian penting dari upaya memperbaiki kondisi kawasan sungai sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih nyaman. Dengan panjang penataan sekitar 1,8 kilometer di sisi kiri dan kanan sungai, pekerjaan tersebut membutuhkan proses dan koordinasi agar hasilnya sesuai dengan harapan.
Wali Kota juga mengapresiasi progres pekerjaan yang telah berjalan dalam beberapa bulan terakhir. Ia berharap penyelesaian penataan tidak hanya memperbaiki tampilan kawasan, tetapi juga membuka peluang pemanfaatan ruang yang lebih baik bagi masyarakat.
Selain penataan fisik sungai, Pemerintah Kota Cirebon turut menjajaki rencana pembangunan jembatan khusus pejalan kaki yang menghubungkan kawasan Kalibaru Selatan dan Kalibaru Utara. Jembatan tersebut direncanakan memiliki desain menyerupai jembatan gantung dan diperuntukkan bagi pejalan kaki, bukan kendaraan bermotor.
“Kita ingin nanti ada variasi dan ruang yang bisa dimanfaatkan masyarakat. Saya juga sudah meminta izin kepada BBWS untuk rencana pembangunan jembatan khusus pejalan kaki, yang menghubungkan Kalibaru Selatan dengan Kalibaru Utara. Harapannya, desainnya bisa dibuat menarik, seperti jembatan gantung, sehingga selain memudahkan akses warga, kawasan ini juga semakin nyaman untuk dinikmati,” katanya.
Rencana tersebut akan dikoordinasikan lebih lanjut bersama BBWS Cimanuk-Cisanggarung, dengan tetap memperhatikan ketentuan teknis dan kebutuhan penataan kawasan sungai. Kehadiran jembatan pejalan kaki diharapkan dapat menjadi akses penghubung bagi warga sekaligus menambah nilai guna kawasan yang sedang dibenahi.
Pemerintah Kota Cirebon berharap penataan Sungai Sukalila dapat diselesaikan sesuai target. Kolaborasi dengan BBWS Cimanuk-Cisanggarung menjadi bagian penting untuk memastikan pekerjaan berjalan dengan baik, sehingga kawasan sungai dapat berkembang menjadi lingkungan yang lebih tertata, nyaman, dan bermanfaat bagi masyarakat.
“Harapan kita, setelah selesai nanti, Sungai Sukalila bisa memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat. Bukan hanya lebih bersih dan tertata, tetapi juga menjadi kawasan yang nyaman dan bisa dimanfaatkan dengan baik oleh warga Kota Cirebon,” Tuturnya.




Discussion about this post