
GRAGEPOLTAN – PT KAI Daop 3 Cirebon menggelar Uji Penyaksian oleh BNSP untuk meningkatkan kompetensi SDM dan memenuhi standar kerja demi mendukung keselamatan serta kelancaran operasional kereta api.
Kegiatan ini mencakup verifikasi terhadap 13 skema sertifikasi kompetensi dari LSP KAI, bertujuan memastikan proses asesmen dan sertifikasi berlangsung objektif, transparan, dan sesuai aturan.
Sebagai wilayah strategis, Daop 3 Cirebon berperan penting dalam kelancaran perjalanan kereta api nasional. Hampir semua kereta lintas utara Jawa melintasi area ini, sehingga ketepatan waktu, koordinasi, dan kompetensi petugas sangat krusial.
Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, menyampaikan bahwa sertifikasi profesi adalah langkah strategis untuk meningkatkan kualitas layanan dan keselamatan operasional kereta api.
“Pelaksanaan witness oleh BNSP ini menjadi bagian penting dalam memastikan proses sertifikasi kompetensi di lingkungan KAI berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan. Dengan SDM yang kompeten dan tersertifikasi, kami optimistis dapat terus meningkatkan keselamatan, keamanan, dan pelayanan kepada pelanggan,” ungkap Muhib.
Kegiatan ini menekankan pentingnya percepatan implementasi skema sertifikasi kompetensi di sektor perkeretaapian. Terdapat lebih dari 2.000 jabatan dengan potensi pengembangan melalui sertifikasi sesuai kebutuhan bisnis. Di masa depan, skema sertifikasi diharapkan lebih beragam dan selaras dengan perkembangan industri, sambil tetap mengutamakan keselamatan.
Muhibbuddin menambahkan, standar BNSP menjadi dasar utama dalam penyusunan dan penerapan skema kompetensi, termasuk 13 skema yang tengah diverifikasi.
“Setiap skema sertifikasi disusun berdasarkan unit-unit kompetensi yang telah ditetapkan sesuai ketentuan yang berlaku. Jumlah unit kompetensi pada masing-masing skema dapat berbeda sesuai kebutuhan pekerjaan, sehingga pelaksanaannya harus mengacu pada standar BNSP agar hasil sertifikasi benar-benar dapat dipertanggungjawabkan dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas SDM,” lanjut Muhib.
Metode uji perangkat asesmen bertujuan memastikan instrumen yang digunakan valid, objektif, reliabel, dan sesuai standar kompetensi. Proses ini mencakup penelaahan ahli, uji coba, dan evaluasi implementasi di lapangan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari penjaminan mutu asesmen dan verifikasi pelaksanaan sertifikasi kompetensi di lapangan.
Melalui witness, BNSP memastikan perangkat asesmen, metode uji, dan proses penilaian kompetensi sesuai standar. Hasil sertifikasi yang diterbitkan pun terjamin objektif, konsisten, dan mendukung peningkatan kompetensi SDM perkeretaapian nasional.
“Kompetensi SDM merupakan fondasi utama dalam penyelenggaraan transportasi kereta api yang selamat, aman, dan andal. KAI Daop 3 Cirebon akan terus mendukung pengembangan kompetensi pegawai melalui berbagai program sertifikasi dan peningkatan kapasitas guna menjawab tantangan bisnis perkeretaapian yang terus berkembang,” tutup Muhib.




Discussion about this post