
GRAGEPOLITAN – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 3 Cirebon memulai program Weight Loss Challenge 2026 pada Rabu (20/5). Inisiatif ini bagian dari komitmen perusahaan untuk mengurangi risiko Penyakit Tidak Menular (PTM), meningkatkan produktivitas, dan memastikan kebugaran pekerja demi keselamatan perjalanan kereta.
Program ini diluncurkan bekerja sama dengan Rumah Sakit Medimas di Kantor Kesehatan Daop 3 Cirebon, dimulai dengan seminar “Berat Badan Menyusut, Kerja Makin Semangat, Produktivitas Meningkat”. Dr. Muhammad Fahri Firdaus, spesialis gizi klinik, membawakan materi mengenai manajemen nutrisi dan pencegahan obesitas.
Kepala Daop 3 Cirebon, Sigit Winarto, menyatakan bahwa kesehatan pekerja adalah aset utama perusahaan yang berhubungan langsung dengan keselamatan operasional dan kualitas pelayanan.
“Kesehatan pekerja adalah pilar utama kelancaran operasional. Melalui Weight Loss Challenge 2026, kami berinvestasi pada peningkatan kualitas SDM dengan mendorong terciptanya budaya hidup sehat (healthy lifestyle culture) di lingkungan kerja.
Dengan kondisi tubuh yang bugar dan prima, pekerja dapat meningkatkan produktivitas serta menjalankan tugas secara optimal, sehingga aspek keselamatan perjalanan KA dan kualitas pelayanan kepada pelanggan tetap terjaga di level tertinggi,” ujar Sigit.
Program intervensi kesehatan ini dijadwalkan berjalan secara intensif selama delapan minggu ke depan dengan sistem evaluasi berkala setiap dua minggu sekali. Sebagai data dasar (baseline) pelaksanaan program, seluruh pekerja yang menjadi peserta telah menjalani pemeriksaan antropometri komprehensif, meliputi pengukuran berat badan, tinggi badan, lingkar perut, hingga analisis komposisi tubuh.
Melalui integrasi program berkelanjutan ini, KAI Daop 3 Cirebon berkomitmen membangun ekosistem kerja yang sehat dan produktif. Kebugaran pekerja diharapkan menjadi motor penggerak jangka panjang dalam menghadirkan layanan transportasi publik yang aman, nyaman, dan tepercaya bagi masyarakat.
“Melalui program ini diharapkan meningkatnya kesadaran pekerja terhadap pentingnya menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh sehingga terus menjaga produktifitas kinerja optimal serta menjadi kebiasaan positif yang diterapkan secara berkelanjutan dalam kehidupan sehari hari,”pungkas Sigit.




Discussion about this post