gragepolitan.com
No Result
View All Result
Senin, Agustus 31, 2026
  • Gapura
  • Nasional Kita
  • Jabar Kita
  • Cirebon Kita
    • Kota Cirebon
    • Kabupaten Cirebon
  • Indramayu Kita
  • Majalengka Kita
  • Kuningan Kita
  • lainnya
    • Ekonomi Kita
    • Lifestyle Kita
    • Parlemen Kita
    • Pendidikan Kita
    • Politik Kita
    • Ragam Kita
    • Sport Kita
  • Gapura
  • Nasional Kita
  • Jabar Kita
  • Cirebon Kita
    • Kota Cirebon
    • Kabupaten Cirebon
  • Indramayu Kita
  • Majalengka Kita
  • Kuningan Kita
  • lainnya
    • Ekonomi Kita
    • Lifestyle Kita
    • Parlemen Kita
    • Pendidikan Kita
    • Politik Kita
    • Ragam Kita
    • Sport Kita
No Result
View All Result
gragepolitan.com
No Result
View All Result

Desa Jagara Resmi Jadi Desa Ekosistem Keuangan Inklusif, Dorongan Ekonomi Jawa Barat

gragepolitan by gragepolitan
31 Agustus 2026
in Ekonomi Kita, Kuningan Kita
0
0
SHARES
1k
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp
OJK Resmikan Desa Jagara Kuningan Jadi Desa Ekosistem Keuangan Inklusif

GRAGEPOLITAN || Kuningan, 30 Agustus 2026 – Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon semakin menegaskan komitmennya untuk meningkatkan akses keuangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat hingga ke tingkat desa. Dalam acara Festival BUMDes Jawa Barat 2026, OJK Cirebon bersama Pemerintah Kabupaten Kuningan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Bank Indonesia, serta pemangku kepentingan lainnya meresmikan Desa Jagara di Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan sebagai Desa Ekosistem Keuangan Inklusif (Desa EKI).

Peresmian ini menandai langkah penting dalam membangun ekosistem ekonomi dan keuangan yang inklusif. Upaya tersebut bertujuan untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan, meningkatkan kapasitas pelaku usaha dan BUMDes, dan mengoptimalkan potensi ekonomi lokal agar kesejahteraan masyarakat dapat terwujud secara berkelanjutan.

Acara peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., dan Kepala OJK Cirebon Agus Muntholib. Prosesi ini disaksikan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Dr. Drs. Herman Suryatman, M.Si., Kepala Desa Jagara Umar Hidayat, serta berbagai pihak termasuk unsur Forkopimda, perangkat daerah, pelaku industri jasa keuangan, pemerintah desa, BUMDes, pelaku UMKM, dan tokoh masyarakat.

Pembentukan Desa Jagara sebagai Desa EKI merupakan bagian dari upaya untuk menyediakan akses keuangan yang lebih dekat, mudah, aman, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Desa EKI diharapkan menjadi ekosistem kolaboratif yang menghubungkan berbagai stakeholder seperti masyarakat, pemerintah desa, BUMDes, UMKM, petani, pelaku usaha, lembaga keuangan, dan pemerintah daerah. Ekosistem ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengelola keuangan, memanfaatkan produk dan layanan keuangan yang tepat, mengembangkan usaha secara produktif, dan melindungi dari berbagai risiko keuangan.

RelatedPosts

Strategi OJK dan Perbarindo Tingkatkan Inklusi Keuangan di Hari Indonesia Menabung 2026

DJP dan Polda Metro Jaya Bongkar Jaringan Produksi Meterai Ilegal di 5 Provinsi

DJP Umumkan Penundaan Penerapan PPh Pasal 22 Marketplace, Apa Artinya untuk Bisnis Anda?

Sebagai salah satu desa dekat Waduk Darma, Desa Jagara memiliki posisi strategis dalam aktivitas ekonomi Kecamatan Darma. Kedekatannya dengan destinasi wisata tersebut membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha yang memenuhi kebutuhan wisatawan maupun penduduk setempat.

Berbagai usaha masyarakat tumbuh di daerah ini, termasuk kuliner, perdagangan, jasa hingga UMKM. BUMDes berperan aktif dalam pengelolaan potensi ekonomi lokal.

Untuk mendukung pertumbuhan aktivitas ekonomi ini, kemampuan masyarakat dalam mengelola keuangan dan mengakses layanan keuangan yang tepat menjadi sangat krusial. Informasi yang memadai diperlukan agar masyarakat dan pelaku usaha dapat memilih produk keuangan yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan mereka.

Penetapan Desa Jagara sebagai Desa EKI menjadi strategi OJK untuk menjembatani aktivitas ekonomi masyarakat dengan literasi dan akses keuangan yang lebih baik.

Kepala OJK Cirebon Agus Muntholib mengatakan bahwa Desa EKI bukan hanya berfokus pada perluasan akses terhadap produk dan layanan keuangan, tetapi juga memastikan bahwa masyarakat memiliki pemahaman yang cukup untuk menggunakannya secara efektif.

“Desa EKI bukan sekadar membuka akses keuangan. Yang kita bangun adalah ekosistem, bagaimana masyarakat memiliki literasi yang baik, mendapatkan akses terhadap layanan keuangan yang sesuai dan mampu memanfaatkannya untuk kegiatan ekonomi produktif,” ujar Agus.

Menurut Agus, Desa Jagara memiliki modal ekonomi yang dapat terus dikembangkan karena telah terdapat aktivitas wisata, BUMDes, UMKM dan usaha masyarakat.

“Di Jagara sudah ada potensi wisata, BUMDes, UMKM dan aktivitas ekonomi masyarakat. Ini yang kemudian kita perkuat dengan ekosistem keuangan, sehingga potensi yang sudah ada dapat berkembang lebih optimal,” tambah Agus.

Melalui inisiatif Desa EKI, OJK Cirebon berupaya meningkatkan literasi keuangan masyarakat sambil memperluas akses ke produk dan layanan jasa keuangan formal. Pendekatan ini melibatkan edukasi dan pencocokan produk, yang bertujuan untuk menjembatani kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha dengan solusi keuangan yang tepat.

Bagi pelaku usaha, akses tersebut membantu memenuhi kebutuhan transaksi, tabungan, dan pembiayaan usaha. Sementara itu, literasi keuangan diharapkan dapat membekali masyarakat dalam mengelola pendapatan, merencanakan kebutuhan finansial, dan membuat keputusan keuangan yang lebih cerdas.

Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si. memberikan apresiasi atas penunjukan Desa Jagara sebagai Desa EKI. Ia meyakini bahwa penguatan literasi dan akses keuangan dapat mendukung masyarakat dalam mengembangkan potensi ekonomi desa mereka.

“Potensi desa sangat besar. Tantangannya adalah bagaimana potensi tersebut kita kelola, kita kemas dan kita kembangkan sehingga memberikan nilai tambah dan manfaat yang nyata bagi masyarakat,” ujar Dian.

Menurut Dian, keberadaan Desa Jagara sebagai salah satu desa penyangga Waduk Darma memberikan peluang bagi masyarakat untuk mengambil bagian dalam aktivitas ekonomi yang berkembang di sekitar destinasi wisata.

Bupati Dian juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Kuningan untuk terus mendukung pengembangan Desa Jagara melalui sinergi lintas sektor.

“Kita hebat bukan karena menjadi Superman, tetapi karena mampu bersinergi menjadi Superteam. Tidak ada satu pihak yang bisa bekerja sendiri. Ketika pemerintah, OJK, Bank Indonesia, BUMDes, industri jasa keuangan, dan masyarakat bergerak dalam satu visi, maka desa tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi menjadi kekuatan utama pembangunan,” tambah Dian.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Dr. Drs. Herman Suryatman, M.Si. mengatakan bahwa desa penyangga memiliki peran penting dalam memastikan perkembangan pariwisata memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

“Pariwisata bukan hanya bagaimana orang datang, tetapi bagaimana ketika orang datang ada nilai ekonomi yang tinggal di desa dan dirasakan masyarakat,” ujar Herman.Menurut Herman, masyarakat perlu mendapatkan ruang untuk menjadi bagian dari rantai ekonomi yang terbentuk dari aktivitas pariwisata. Pengembangan destinasi perlu berjalan bersama dengan peningkatan kapasitas masyarakat dan pelaku usaha.

Herman juga menekankan pentingnya kemampuan masyarakat dalam mengelola pendapatan yang diperoleh dari aktivitas ekonomi.

“Pendapatan perlu ditingkatkan, tetapi pengeluaran juga harus dikelola. Karena itu, literasi keuangan menjadi penting agar peningkatan pendapatan benar-benar bermuara pada peningkatan kesejahteraan,” tambah Herman.

Peresmian Desa EKI Jagara semakin relevan karena bertepatan dengan BUMDes Festival Jawa Barat 2026 pada 29–30 Agustus. Festival ini menjadi ajang bagi BUMDes dan pelaku UMKM untuk memamerkan produk, membangun jejaring, dan memperluas akses pasar.

Berbagai produk lokal ditampilkan dalam acara tersebut, termasuk kuliner khas melalui “Ngecrok Tutut Sajagat Sajedingna”. Kehadiran produk-produk lokal ini menggambarkan bagaimana potensi ekonomi desa dapat dikembangkan melalui kreativitas masyarakat dan dikenalkan ke pasar yang lebih luas.

Bagi Desa Jagara, momen ini merupakan bagian dari upaya memperkuat aktivitas ekonomi yang sudah ada. Potensi lokal, BUMDes, dan UMKM akan terus berkembang apabila didukung dengan kapasitas usaha, akses pasar, serta pengelolaan keuangan yang baik.

Penetapan Desa Jagara sebagai Desa EKI merupakan langkah untuk membangun ekosistem yang menghubungkan aktivitas ekonomi masyarakat dengan literasi dan akses keuangan. Hal ini memberikan dukungan yang lebih baik bagi masyarakat dan pelaku usaha untuk mengembangkan kegiatan ekonominya.

OJK Cirebon bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten Kuningan, Pemerintah Desa Jagara, BUMDes, industri jasa keuangan, para pelaku UMKM, dan masyarakat berkomitmen untuk terus mendorong kolaborasi dalam memperkuat ekosistem keuangan di Desa Jagara.

Ke depan, pengembangan Desa EKI Jagara difokuskan pada peningkatan literasi keuangan, perluasan akses terhadap layanan jasa keuangan formal, serta pemanfaatan produk dan layanan keuangan yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masyarakat.

Penetapan ini menjadi langkah awal untuk memperkuat fondasi yang telah tumbuh di Desa Jagara. Potensi ekonomi yang ada didorong untuk berkembang, sementara masyarakat diberi ruang dan akses untuk lebih memahami serta memanfaatkan layanan keuangan dengan tepat.

Dengan demikian, Desa EKI Jagara diharapkan dapat menjadi bagian dari ekosistem ekonomi desa yang semakin kuat, dengan masyarakat dan pelaku usaha sebagai aktor utama dalam mengembangkan potensi mereka.

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X

Terkait

Tags: Desa EkosistemDesa Jagara KuninganKeuangan InklusifOJK
Previous Post

Wali Kota Cirebon Effendi Edo Hadiri Apresiasi Daerah Berprestasi 2026 di NDCC Bali

Next Post

Stasiun Cirebon Kini Lebih Ramah Lingkungan dengan Fasilitas Water Station

Related Posts

Strategi OJK dan Perbarindo Tingkatkan Inklusi Keuangan di Hari Indonesia Menabung 2026
Ekonomi Kita

Strategi OJK dan Perbarindo Tingkatkan Inklusi Keuangan di Hari Indonesia Menabung 2026

26 Agustus 2026
1k
DJP dan Polda Metro Jaya Bongkar Jaringan Produksi Meterai Ilegal di 5 Provinsi
Ekonomi Kita

DJP dan Polda Metro Jaya Bongkar Jaringan Produksi Meterai Ilegal di 5 Provinsi

19 Agustus 2026
1k
DJP Umumkan Penundaan Penerapan PPh Pasal 22 Marketplace, Apa Artinya untuk Bisnis Anda?
Ekonomi Kita

DJP Umumkan Penundaan Penerapan PPh Pasal 22 Marketplace, Apa Artinya untuk Bisnis Anda?

7 Agustus 2026
1k
Next Post
Stasiun Cirebon Kini Lebih Ramah Lingkungan dengan Fasilitas Water Station

Stasiun Cirebon Kini Lebih Ramah Lingkungan dengan Fasilitas Water Station

Discussion about this post

cirebonkota
gragepolitan.com

© 2026 GRAGEPOLITAN

  • Redaksi
  • Sitemap
  • Kontak
  • Cookies Policy
  • Privacy Policy
  • Terms and Conditions
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Jabar Kita
  • Cirebon Kita
    • Kota Cirebon
    • Kabupaten Cirebon
  • Indramayu Kita
  • Kuningan Kita
  • Majalengka Kita
  • Lifestyle Kita
  • Parlemen Kita
  • Pendidikan Kita
  • Politik Kita
  • Ragam Kita
  • Sport Kita
  • Ekonomi Kita
  • Nasional Kita

© 2026 GRAGEPOLITAN