
GRAGEPOLITAN – Pemerintah Kota Cirebon terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, terutama di kalangan generasi muda, agar mereka memiliki keterampilan dan daya saing yang sejalan dengan kebutuhan pasar kerja. Salah satu inisiatif yang dilakukan adalah melalui program magang di Jepang, yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperoleh pengalaman, keterampilan, serta pemahaman tentang budaya kerja internasional.
Hal ini disampaikan oleh Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, saat membuka acara Diklat Pra-Keberangkatan Program Magang ke Jepang yang digelar oleh LPK Midori Gakuin Center pada Senin, 5 Oktober 2026, di LPK Midori Gakuin Center Kota Cirebon.
Acara ini juga dihadiri oleh Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat periode 2024–2029, Muhammad Asyrof Abdik, S.Hub.Int.
Wakil Wali Kota mengapresiasi LPK Midori Gakuin Center karena telah berkontribusi dalam membuka akses dan peluang bagi generasi muda di Kota Cirebon untuk meningkatkan keterampilan dan mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif.
“Program pemagangan ke Jepang ini tentu merupakan strategi penting untuk melakukan transfer pengetahuan, keterampilan, dan etos kerja. Diharapkan dari program pemagangan ini nantinya peluang kerja semakin terbuka di skala yang lebih luas,” katanya.
Wakil Wali Kota menilai pemerintah daerah membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk lembaga pelatihan kerja, untuk menjembatani lulusan sekolah dengan kebutuhan industri. Kolaborasi tersebut menjadi penting agar generasi muda tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga keterampilan yang relevan dengan perkembangan dunia kerja.
“Kehadiran LPK Midori Gakuin Center di Kota Cirebon merupakan mitra strategis pemerintah dalam membekali generasi muda kita dengan standar kompetensi internasional,” tuturnya.
Ia juga berpesan kepada seluruh peserta agar mengikuti masa diklat dengan sungguh-sungguh. Menurutnya, tahapan pra-keberangkatan merupakan bagian penting untuk membangun kesiapan peserta sebelum memasuki lingkungan kerja di Jepang.
“Di tempat ini, para peserta tidak sekadar menghafal kosakata bahasa Jepang, tetapi sedang dibentuk untuk memahami budaya kerja, kedisiplinan, standar keselamatan, dan mentalitas pekerja di negara maju,” jelasnya.
Wakil Wali Kota menekankan bahwa kedisiplinan, integritas, kemampuan beradaptasi, dan profesionalisme menjadi bekal penting bagi peserta ketika nantinya berada di Jepang. Karena itu, setiap proses pembelajaran dan arahan dari instruktur perlu dimanfaatkan sebaik mungkin.
“Ketika berangkat ke Jepang nanti, para peserta bukan hanya mewakili diri sendiri, melainkan membawa nama baik Indonesia dan Kota Cirebon. Tunjukkan bahwa pemuda-pemudi Cirebon adalah pekerja yang ulet, disiplin, dan berintegritas,” ungkapnya.
Ia berharap pengalaman selama mengikuti program pemagangan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi peserta. Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh diharapkan dapat dibawa kembali ke Kota Cirebon dan menjadi modal untuk mengembangkan diri maupun berkontribusi di lingkungan masing-masing.
“Saya berharap setelah masa magang selesai, para peserta dapat membawa modal pengetahuan, pengalaman manajerial, dan etos kerja dari industri yang sudah maju. Semoga proses pelatihan berjalan lancar dan seluruh peserta dapat lolos ke tahap keberangkatan dengan bekal yang matang,” katanya.
Sementara itu, Direktur Diklat LPK Midori Gakuin Center, Iid Ubay, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan Pemerintah Kota Cirebon terhadap program yang diselenggarakan lembaganya.
Ia mengatakan, LPK Midori Gakuin Center dibangun dengan semangat memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk mengembangkan keterampilan dan mempersiapkan masa depan melalui pendidikan serta pembinaan yang terarah.
“LPK Midori ini kami bangun dengan sebuah keyakinan bahwa setiap anak muda memiliki kesempatan untuk berkembang, meningkatkan keterampilan, dan meraih masa depan yang lebih baik apabila mendapatkan pendidikan, disiplin, serta pembinaan yang tepat,” ujar Iid.
Menurutnya, kesiapan tenaga kerja tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis. Peserta juga perlu memiliki karakter, kedisiplinan, integritas, kemampuan beradaptasi, serta sikap menghormati orang lain.
“Melalui pembelajaran bahasa Jepang, penguatan karakter, dan pelatihan keterampilan kerja, kami berupaya mempersiapkan generasi muda agar memiliki kompetensi, etos kerja, tanggung jawab, dan daya saing yang dibutuhkan di dunia kerja,” katanya.
Iid menambahkan, pembukaan kelas baru ini bukan sekadar menambah jumlah peserta didik, tetapi menjadi bagian dari upaya membuka kesempatan baru bagi generasi muda untuk meningkatkan kompetensi dan menyusun rencana masa depan.





Discussion about this post