
GRAGEPOLITAN – Pemerintah Kota Cirebon kembali mencatatkan prestasi gemilang di ajang Pekan Kerajinan Jawa Barat (PKJB) Tahun 2026. Dengan konsep busana bertajuk “Angin Sakura di Caruban”, Kota Cirebon berhasil menyabet gelar Juara Terunik dalam fashion show, salah satu acara utama PKJB yang digelar di Bandung pada hari Jumat, 26 Juni 2026.
Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, didampingi Ketua Dekranasda Kota Cirebon, Noviyanti Edo, serta Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Iing Daiman, turut berpartisipasi dengan mengenakan busana yang memadukan unsur budaya Jepang dan tradisi khas Cirebon.
Tema “Angin Sakura di Caruban” mencerminkan keindahan harmonisasi dua budaya yang berpadu dalam sebuah karya. Melalui filosofi ini, ditampilkan perpaduan antara kelembutan budaya Jepang, digambarkan sebagai angin Negeri Sakura, dengan kekayaan tradisi Kota Udang. Konsep tersebut diterjemahkan ke dalam desain busana yang memadukan siluet bergaya Jepang dengan motif dan warna penuh makna, termasuk sentuhan khas mega mendung dari Cirebon.
Penghargaan Juara Terunik ini menjadi bukti nyata kemampuan kreatif para perajin, desainer, dan pelaku ekonomi kreatif Kota Cirebon dalam menciptakan karya yang tidak hanya estetis, tetapi juga kaya akan nilai budaya dan mampu bersaing di tingkat regional Jawa Barat.
Iing Daiman, selaku Sekretaris Daerah Kota Cirebon, mewakili Wali Kota untuk menyampaikan rasa syukur atas pencapaian tersebut. Ia menegaskan bahwa penghargaan ini adalah hasil kerja sama berbagai pihak dalam mendukung pengembangan industri kreatif berbasis budaya lokal.
“Alhamdulillah, hari ini kami dari Dekranasda Kota Cirebon bersama Bapak Wali Kota dan Ibu Wali Kota telah mengikuti seluruh rangkaian Pekan Kerajinan Jawa Barat yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia Jawa Barat bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Pada fashion show ini Kota Cirebon berhasil memperoleh penghargaan juara terunik,” ujarnya.
Sekda mengucapkan terima kasih atas apresiasi yang diraih. Menurutnya, penghargaan ini menjadi motivasi bagi Pemerintah Kota Cirebon untuk terus meningkatkan kreativitas dan inovasi, khususnya bagi para pelaku kerajinan, fesyen, dan ekonomi kreatif.
“Semangat berkarya harus terus dijaga agar Kota Cirebon semakin hebat dan mampu memberikan kontribusi bagi kemajuan Jawa Barat,” tuturnya.
Kota Cirebon berhasil mencetak prestasi gemilang dalam ajang PKJB 2026, yang diharapkan mampu semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pusat industri kreatif berbasis budaya di Jawa Barat. Kolaborasi antara pemerintah daerah, Dekranasda, para perajin, desainer, dan pelaku UMKM diproyeksikan akan terus melahirkan karya-karya inovatif dan berkualitas tinggi. Karya-karya ini tidak hanya dapat bersaing di tingkat nasional maupun internasional, tetapi juga menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Kota Cirebon.
PKJB 2026 sendiri merupakan platform strategis untuk mempromosikan produk kriya unggulan dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat. Selain itu, ajang ini bertujuan memperkuat ekosistem ekonomi kreatif berbasis budaya. Beragam produk kerajinan tangan, busana, hingga inovasi kriya dipamerkan dalam upaya memperluas jangkauan pasar sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal.
Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, menegaskan bahwa PKJB merupakan wujud nyata sinergi antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Dekranasda untuk mendorong pertumbuhan sektor kriya. Langkah ini bertujuan menjadikan kerajinan sebagai motor penggerak ekonomi kreatif sekaligus menjaga kelestarian warisan budaya daerah.
“PKJB bukan sekadar pameran tahunan, melainkan bukti bahwa kriya dan ekonomi kreatif Jawa Barat terus hidup, berkembang, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan akar budayanya. Melalui ruang apresiasi, edukasi, dan promosi seperti ini, para perajin dan pelaku UMKM memiliki peluang yang lebih besar untuk mengembangkan produknya sehingga memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah,” ungkapnya.
Ia menambahkan, fashion show yang melibatkan seluruh kabupaten dan kota di Jawa Barat menjadi etalase terbaik untuk memperlihatkan kekayaan wastra dan kriya daerah dalam kemasan yang modern, inovatif, dan memiliki daya saing.
“Karya para perajin bukan hanya menciptakan nilai ekonomi dan membuka lapangan kerja, tetapi juga menjadi media untuk menjaga sekaligus memperkenalkan budaya Jawa Barat kepada masyarakat luas,” terangnya.
Sementara itu, Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Barat, Noneng Komara Nengsih, menegaskan bahwa PKJB telah menjadi agenda tahunan yang secara konsisten memperkuat promosi, pelestarian, serta pengembangan kriya Jawa Barat sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 1995.
“PKJB merupakan hasil kolaborasi antara Dekranasda Jawa Barat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan Bank Indonesia untuk memperkuat ekosistem kriya, memperluas akses pasar, sekaligus meningkatkan daya saing produk unggulan daerah. Tahun ini kami menghadirkan berbagai inovasi, termasuk tontonan kriya yang diharapkan mampu menarik minat generasi muda terhadap dunia kerajinan,” katanya.
Ia juga mengapresiasi keterlibatan aktif para kepala daerah beserta Ketua Dekranasda kabupaten/kota yang secara langsung memperagakan produk unggulan daerah masing-masing.
“Partisipasi para kepala daerah menunjukkan komitmen yang kuat dalam mendukung para perajin dan pelaku UMKM. Kami berharap PKJB 2026 menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi, menghadirkan lebih banyak inovasi, memperluas akses pasar, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan ekonomi kreatif di Jawa Barat,” tuturnya.




Discussion about this post