gragepolitan.com
No Result
View All Result
Sabtu, Agustus 22, 2026
  • Gapura
  • Nasional Kita
  • Jabar Kita
  • Cirebon Kita
    • Kota Cirebon
    • Kabupaten Cirebon
  • Indramayu Kita
  • Majalengka Kita
  • Kuningan Kita
  • lainnya
    • Ekonomi Kita
    • Lifestyle Kita
    • Parlemen Kita
    • Pendidikan Kita
    • Politik Kita
    • Ragam Kita
    • Sport Kita
  • Gapura
  • Nasional Kita
  • Jabar Kita
  • Cirebon Kita
    • Kota Cirebon
    • Kabupaten Cirebon
  • Indramayu Kita
  • Majalengka Kita
  • Kuningan Kita
  • lainnya
    • Ekonomi Kita
    • Lifestyle Kita
    • Parlemen Kita
    • Pendidikan Kita
    • Politik Kita
    • Ragam Kita
    • Sport Kita
No Result
View All Result
gragepolitan.com
No Result
View All Result

Makna Filosofis di Balik Tradisi Cuci Gamelan Sekaten Kesultanan Kanoman

Woelan by Woelan
22 Agustus 2026
in Cirebon Kita, Ragam Kita
0
0
SHARES
999
VIEWS
Share on FacebookShare on Whatsapp
Menjaga Tradisi Cuci Gamelan Sekaten sebagai Simbol Kemakmuran

GRAGEPOLITAN – Tradisi cuci gamelan Sekaten kembali digelar di Kesultanan Kanoman Cirebon, dipimpin oleh Sultan Keraton Kanoman XII, Sultan Raja Muhammad Emirudin, yang dalam pelaksanaannya diwakili oleh Patih Keraton Kanoman, Pangeran Patih Raja Muhammad Qodiran. Acara ini berlangsung pada 22 Agustus 2026.

Prosesi yang penuh kekhidmatan ini menarik kehadiran masyarakat dari berbagai daerah. Cuci gamelan Sekaten tetap terpelihara sebagai bagian dari warisan budaya Kesultanan Kanoman.

Kegiatan dimulai dengan mencuci gong utama gamelan Sekaten. Gong tersebut dibersihkan menggunakan air campuran bunga, kulit kelapa serabut, dan bata merah yang telah dihaluskan.

Sebagai lambang kepemimpinan Kesultanan Kanoman, Pangeran Patih Raja Muhammad Qodiran mengantar gong utama (bibit) ke bangsal gamelan, mewakili kemakmuran yang diharapkan membawa keberkahan bagi seluruh warga, terutama masyarakat Cirebon.

RelatedPosts

KAI Daop 3 Cirebon Tingkatkan Kualitas Rel dengan 1.074 Sambungan Melalui Flashbutt Welding

Wawali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, Hadiri Pertemuan GOW di Ciayumajakuning

Libur HUT ke-81 RI, Kereta Api Daop 3 Cirebon Dipadati Penumpang, Apa yang Menarik?

Menurut Pangeran Patih Raja Muhammad Qodiran, tradisi cuci gamelan Sekaten mengandung nilai filosofis, menjadi simbol keagungan serta harapan akan kesejahteraan masyarakat.

“Cuci gamelan Sekaten ini merupakan bagian dari tradisi yang terus kami jaga. Gong bibit ini memiliki makna sebagai simbol keagungan, serta harapan akan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat.”

Setelah prosesi cuci gamelan Sekaten berakhir, suasana semakin semarak. Orang-orang dari berbagai daerah bersemangat memperebutkan air yang digunakan selama pencucian gamelan.

Ibu Atin, salah seorang warga dari Kerangkeng, dengan sengaja datang untuk melihat langsung prosesi cuci gamelan Sekaten dan turut serta dalam perebutan air tersebut.

Air tersebut rencananya akan dipakai sebagai salah satu syarat untuk lahan pertaniannya, dengan harapan bisa membuat tanah lebih subur dan menghasilkan panen yang melimpah.

“Saya sengaja datang untuk menyaksikan cuci gamelan Sekaten dan ikut berebut air. Nantinya air ini akan digunakan untuk syarat sawah, mudah-mudahan sawah menjadi subur dan hasil pertanian juga bagus.”

Antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa tradisi cuci gamelan Sekaten tetap memiliki makna penting dalam kehidupan mereka.

Selain sebagai warisan budaya, tradisi ini juga berfungsi sebagai sarana untuk mempererat hubungan antara masyarakat dan Kesultanan Kanoman serta mengenalkan nilai-nilai budaya kepada generasi muda.

Cuci gamelan Sekaten lebih dari sekadar prosesi budaya; itu juga melambangkan harapan masyarakat untuk mendapatkan keberkahan, kesuburan, kemakmuran, dan kesejahteraan.

Reporter : Woelan
Foto Grafer : Ali Bisma

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X

Terkait

Tags: Kesultanan KanomanSekatenTradisi Cuci GamelanWarisan Budaya
Previous Post

KAI Daop 3 Cirebon Tingkatkan Kualitas Rel dengan 1.074 Sambungan Melalui Flashbutt Welding

Related Posts

KAI Daop 3 Cirebon Tingkatkan Kualitas Rel dengan 1.074 Sambungan Melalui Flashbutt Welding
Cirebon Kita

KAI Daop 3 Cirebon Tingkatkan Kualitas Rel dengan 1.074 Sambungan Melalui Flashbutt Welding

22 Agustus 2026
1k
Wawali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, Hadiri Pertemuan GOW di Ciayumajakuning
Kota Cirebon

Wawali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, Hadiri Pertemuan GOW di Ciayumajakuning

19 Agustus 2026
1k
Libur HUT ke-81 RI, Kereta Api Daop 3 Cirebon Dipadati Penumpang, Apa yang Menarik?
Cirebon Kita

Libur HUT ke-81 RI, Kereta Api Daop 3 Cirebon Dipadati Penumpang, Apa yang Menarik?

19 Agustus 2026
1k

Discussion about this post

cirebonkota
gragepolitan.com

© 2026 GRAGEPOLITAN

  • Redaksi
  • Sitemap
  • Kontak
  • Cookies Policy
  • Privacy Policy
  • Terms and Conditions
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Jabar Kita
  • Cirebon Kita
    • Kota Cirebon
    • Kabupaten Cirebon
  • Indramayu Kita
  • Kuningan Kita
  • Majalengka Kita
  • Lifestyle Kita
  • Parlemen Kita
  • Pendidikan Kita
  • Politik Kita
  • Ragam Kita
  • Sport Kita
  • Ekonomi Kita
  • Nasional Kita

© 2026 GRAGEPOLITAN