
GRAGEPOLITAN – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 3 Cirebon meningkatkan kualitas prasarana kereta api untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan pelanggan.
Salah satu langkah adalah peningkatan prasarana rel sepanjang 30,85 kilometer, melibatkan 1.234 batang rel. Mereka juga menggunakan pengelasan sambungan rel metode flashbutt welding di 1.074 titik.
Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, menegaskan bahwa peningkatan ini penting untuk keandalan perjalanan dan prioritas pada keselamatan serta kenyamanan pelanggan.
“Peningkatan kualitas prasarana ini merupakan bagian dari komitmen KAI Daop 3 Cirebon untuk terus menjaga keselamatan perjalanan kereta api dan memberikan kenyamanan kepada pelanggan. Dengan kondisi jalan rel yang semakin baik dan andal, kami berharap perjalanan kereta api dapat berlangsung dengan lebih optimal,” ujar Muhibbuddin.
Dalam proses ini, KAI Daop 3 Cirebon mengadopsi metode flashbutt welding untuk memperbaiki kualitas sambungan rel. Teknik ini memanfaatkan arus listrik untuk memanaskan dan menghubungkan ujung-ujung rel, kemudian memberikan tekanan sehingga tercipta sambungan yang kuat dan seragam.
Proses flashbutt welding ini dikerjakan sebanyak 18 hingga 22 titik setiap harinya, dengan total pekerjaan mencapai 1.074 titik.
“Flashbutt welding memiliki keunggulan dari sisi kecepatan pengerjaan maupun kualitas hasil sambungan. Metode ini menyatukan logam asli pada kedua ujung rel melalui proses pemanasan dan tekanan, sehingga menghasilkan sambungan yang kuat dan homogen,” jelas Muhibbuddin.
Selain metode penyambungan flashbutt, ada juga thermit welding yang memanfaatkan reaksi kimia antara bubuk aluminium dan oksida besi untuk menghasilkan panas dan melelehkan logam pengisi. Metode ini memerlukan waktu yang lebih lama karena melibatkan persiapan cetakan dan proses pendinginan. Metode ini umumnya diterapkan untuk perbaikan atau penyambungan di lokasi yang tidak memungkinkan penggunaan mesin flashbutt.
Muhibbuddin menjelaskan bahwa pekerjaan peningkatan infrastruktur tersebut dilakukan dengan memperhatikan kelancaran operasional kereta api. Pekerjaan dijadwalkan pada window time, yaitu periode tertentu ketika tidak ada kereta api yang melewati lokasi pekerjaan.
Penjadwalan ini dirancang untuk mengurangi dampak terhadap operasional kereta api. Namun, selama pekerjaan berlangsung, kecepatan kereta api yang melintasi lokasi kerja akan dibatasi sebagai langkah pengamanan guna memastikan keselamatan perjalanan tetap terjaga.
“Pekerjaan kami lakukan pada window time sehingga dapat meminimalkan dampak terhadap operasional perjalanan kereta api. Namun, pada saat pekerjaan berlangsung, tetap diberlakukan pembatasan kecepatan di lokasi pekerjaan. Hal ini merupakan bagian dari upaya kami untuk memastikan keselamatan perjalanan tetap terjaga,” kata Muhibbuddin.
Peningkatan kualitas jalan rel ini diharapkan tidak hanya memperkuat aspek keselamatan dan kenyamanan, tetapi juga mendukung peningkatan kecepatan perjalanan kereta api serta efisiensi waktu tempuh.
KAI Daop 3 Cirebon berkomitmen untuk melaksanakan peningkatan prasarana secara bertahap dan terukur sambil tetap menjaga operasional perjalanan kereta api berjalan lancar.
“Kami berkomitmen agar seluruh pekerjaan peningkatan prasarana dapat berjalan dengan optimal tanpa mengganggu operasional perjalanan kereta api. Bagi kami, keselamatan perjalanan dan kenyamanan pelanggan merupakan prioritas utama. Melalui peningkatan kualitas prasarana ini, kami berharap layanan kereta api di wilayah Daop 3 Cirebon semakin aman, nyaman, dan andal,” pungkas Muhibbuddin.





Discussion about this post