
GRAGEPOLITAN – Di balik perjalanan kereta api yang aman, nyaman, dan tepat waktu, terdapat dedikasi dari petugas keamanan yang bekerja tanpa mengenal waktu. Selama 24 jam penuh, personel Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska) bersama tim keamanan selalu siap sedia untuk memastikan keamanan perjalanan serta keselamatan penumpang.
Menurut Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, keamanan merupakan salah satu aspek utama dalam melayani pelanggan. Oleh sebab itu, KAI menempatkan personel keamanan di berbagai titik strategis dan menerapkan pengawasan berlapis.
“Petugas pengamanan KAI tidak hanya hadir di stasiun, tetapi juga mengawal perjalanan kereta api, mengamankan objek vital serta aset perusahaan, hingga melakukan patroli di jalur rel. Tugasnya selain menjaga keamanan, juga memberikan pelayanan kepada para pelanggan seperti membantu penumpang saat menggunakan loket box di stasiun , menunjukkan di jalur berapa KA berada, membantu membawakan barang penumpang, membantu penumpang yg mempunyai kekurangan fisik, serta membantu pengkondisian penumpang yang menderita sakit dalam perjalanan KA maupun di Stasiun.Mereka bekerja selama 24 jam untuk memastikan pelanggan dapat bepergian dengan aman dan nyaman,” ujar Muhibbuddin.
Di wilayah Daop 3 Cirebon yang meliputi 30 Stasiun yang berada di daerah Kabupaten subang, Kabupaten Indramayu, Kabupaten dan Kota Cirebon, Kabupaten Brebes , pengamanan dilakukan oleh 105 personel Polsuska dan 166 personel security, yang diperkuat melalui sinergi dengan aparat TNI dan Polri di seluruh wilayah kerja Daop 3 Cirebon. Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam menciptakan situasi keamanan yang kondusif, baik di stasiun maupun sepanjang jalur kereta api.
Personil keamanan KAI dan Polsuska selain bertugas menjaga keamanan, juga memiliki tanggung jawab memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat serta para siswa di sekolah dan kampus mengenai keselamatan perkeretaapian di jalur kereta dan perlintasan sebidang.
Selama periode Januari hingga Juli 2026, tim pengamanan Daop 3 Cirebon telah mengadakan kegiatan sosialisasi dan edukasi keselamatan perkeretaapian kepada masyarakat dan sekolah sebanyak 40 kali, serta kegiatan sosialisasi dan edukasi di perlintasan sebidang sebanyak 71 kali.
Untuk meningkatkan efektivitas pengamanan, KAI Daop 3 Cirebon mengimplementasikan berbagai langkah preventif dan pemantauan, seperti patroli jalur kereta api dengan drone, patroli rutin di objek vital, pengamanan di stasiun, pengawalan perjalanan kereta api, hingga pemantauan melalui CCTV yang terpasang di berbagai titik strategis, termasuk stasiun dan objek vital lainnya.
Menurut Muhibbuddin, pemanfaatan teknologi merupakan salah satu upaya KAI untuk meningkatkan respons terhadap potensi gangguan keamanan sehingga bisa dilakukan tindakan lebih cepat dan tepat.
“Kami terus memperkuat sistem pengamanan melalui kombinasi personel yang profesional, pemanfaatan teknologi, serta kerja sama dengan aparat kewilayahan. Dengan demikian, seluruh potensi gangguan dapat diantisipasi sedini mungkin demi keselamatan perjalanan kereta api dan kenyamanan pelanggan,” tambahnya.
KAI Daop 3 Cirebon juga mengajak seluruh masyarakat untuk ikut menjaga keselamatan perjalanan kereta api dengan tidak melakukan aktivitas yang dapat membahayakan operasional kereta api, seperti berada di jalur rel tanpa kepentingan, merusak fasilitas perkeretaapian, maupun melempar kereta yang sedang melintas.
Partisipasi masyarakat menjadi bagian penting dalam mewujudkan perjalanan kereta api yang selamat, aman, dan nyaman bagi semua.
“Keamanan adalah tanggung jawab bersama. Dengan sinergi antara petugas, aparat, dan masyarakat, KAI optimistis dapat terus menghadirkan perjalanan kereta api yang aman, selamat, dan memberikan rasa tenang bagi setiap pelanggan.” tutup Muhibbuddin




Discussion about this post