
GRAGEPOLITAN – Jakarta, 14 Juli 2026 – Direktorat Jenderal Pajak merayakan Hari Pajak 2026 dengan tema “Pajak Tumbuh, Indonesia Tangguh.” Tema ini menyoroti peran penting pajak dalam pembangunan nasional dan memperkuat ekonomi Indonesia.
Hari Pajak diperingati setiap 14 Juli, memperingati saat bersejarah tahun 1945 ketika “pajak” pertama kali dicantumkan dalam rancangan UUD 1945. Peringatan ini ditetapkan melalui Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-313/PJ/2017 dan menjadi momen tahunan untuk menekankan pentingnya pajak bagi negara.
Pada paruh pertama 2026, penerimaan pajak mencapai Rp1.035,7 triliun atau 43,9% dari target APBN sebesar Rp2.357,7 triliun, dengan pertumbuhan 24,6% dibandingkan tahun sebelumnya.
“Pertumbuhan ini menunjukkan fundamental ekonomi yang semakin kuat. Momentum ini harus terus dijaga agar target penerimaan dapat tercapai secara optimal. Kita harus terus berupaya menciptakan kinerja penerimaan yang berkelanjutan demi kesehatan fiskal negara,” ujar Direktur Jenderal Pajak, Bimo Wijayanto.
Pajak berfungsi sebagai pilar utama dalam APBN, mendukung pembiayaan pendidikan, layanan kesehatan, pembangunan infrastruktur, perlindungan sosial, serta berbagai pelayanan publik lainnya. Dengan pertumbuhan pajak, negara semakin mampu melindungi, melayani, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Untuk merayakan Hari Pajak Tahun 2026, DJP mengadakan berbagai kegiatan secara serentak di seluruh Indonesia. Kegiatan tersebut melibatkan pegawai, wajib pajak, mitra strategis, dan masyarakat yang meliputi aktivitas sosial, pendidikan, olahraga, seni, dan forum dialog perpajakan.
Dengan kegiatan ini, DJP berupaya terus meningkatkan kesadaran bahwa pajak adalah bentuk gotong royong seluruh elemen bangsa. Pajak yang dikumpulkan dikembalikan kepada masyarakat dalam berbagai bentuk manfaat, seperti pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas pendidikan dan layanan kesehatan, pemberian subsidi dan bantuan sosial, hingga pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia.
Hari Pajak 2026 juga menjadi kesempatan untuk mendorong kepatuhan sukarela, memperkuat kepercayaan publik, serta meningkatkan kualitas layanan perpajakan melalui transformasi digital, penguatan integritas, dan pendekatan yang lebih kolaboratif.
Dengan mengusung semangat “Pajak Tumbuh, Indonesia Tangguh,” DJP mengajak seluruh masyarakat untuk aktif berpartisipasi dalam pembangunan bangsa melalui pemenuhan kewajiban perpajakan. Setiap kontribusi dari wajib pajak merupakan bagian dari upaya kolektif untuk mewujudkan Indonesia yang lebih kuat, adil, sejahtera, dan berkelanjutan.





Discussion about this post