
GRAGEPOLITAN – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 3 Cirebon merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah dengan serangkaian kegiatan sosial dan edukatif bagi masyarakat di Kota Cirebon. Acara tersebut berlangsung di TPS Kopiluhur, Argasunya, serta Pondok Pesantren Al Darullugoh Waddalalah, Cibogo, Argasunya, Kota Cirebon.
Di TPS Kopiluhur, Argasunya, KAI Daop 3 Cirebon mengadakan bakti sosial sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya KAI untuk terus memberikan dampak positif melalui berbagai kegiatan sosial yang menyentuh langsung masyarakat.
Serangkaian kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke Pondok Pesantren Al Darullugoh Waddalalah. Pada kesempatan ini, KAI Daop 3 Cirebon memberikan bantuan kepada para santri dan menyampaikan edukasi mengenai perkeretaapian, terutama terkait keselamatan di perlintasan sebidang.
Edukasi tersebut menyoroti pentingnya meningkatkan kewaspadaan ketika berada di sekitar rel kereta api atau saat melintasi perlintasan sebidang. Masyarakat diimbau untuk selalu mematuhi rambu keselamatan, berhenti sejenak, melihat ke kiri dan kanan, serta memastikan tidak ada kereta api yang melintas sebelum melanjutkan perjalanan.
Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon Muhibbuddin menyatakan bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H menjadi salah satu momen bagi KAI untuk meningkatkan kepedulian sekaligus menjalin komunikasi yang lebih erat dengan masyarakat.
“Melalui rangkaian kegiatan ini, kami ingin berbagi dan memberikan manfaat kepada masyarakat. Selain bakti sosial dan santunan, kami juga membawa pesan penting mengenai keselamatan perkeretaapian, khususnya di perlintasan sebidang. Keselamatan membutuhkan kepedulian dan kesadaran bersama,” ujar Muhibbuddin.
Menurutnya, edukasi keselamatan perlu terus dilakukan secara berkelanjutan karena masih terdapat masyarakat yang beraktivitas di sekitar jalur maupun perlintasan kereta api. Pemahaman yang baik mengenai aturan keselamatan diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk lebih disiplin dan berhati-hati.
“Kami ingin pesan keselamatan ini tidak berhenti di lingkungan pesantren saja, tetapi juga dapat diteruskan kepada keluarga dan masyarakat di sekitarnya. Satu pesan keselamatan yang disampaikan dan dipahami dengan baik bisa menjadi langkah penting untuk mencegah terjadinya kecelakaan,” katanya.
Dalam kunjungan tersebut, KAI Daop 3 Cirebon dan Pondok Pesantren Al Darullugoh Waddalalah mengadakan doa bersama untuk kelancaran dan keamanan perjalanan kereta api.
Melalui kegiatan ini, KAI berharap semangat kepedulian dan keselamatan terus berkembang. KAI berkomitmen untuk berkontribusi, menguatkan edukasi keselamatan, dan berkolaborasi dengan masyarakat demi perjalanan yang aman, andal, dan nyaman.
“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus mempererat hubungan KAI dengan masyarakat sekaligus menjadi pengingat bahwa keselamatan adalah tanggung jawab kita bersama. Dengan kepedulian dan kolaborasi yang baik, kami optimistis perjalanan kereta api dapat terus berlangsung dengan aman, andal, lancar, dan selamat,” tutup Muhibbuddin.




Discussion about this post